SuaraBojonegoro.com – Kobaran api abadi di Geosite Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, menjadi saksi dimulainya babak baru perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro. Di tengah suasana malam yang sarat makna, Minggu (18/10/2026), para pengurus partai berkumpul untuk mengukuhkan komitmen, menyatukan langkah, sekaligus menyalakan ambisi politik yang lebih besar.
Targetnya tegas: minimal 16 kursi legislatif pada pemilihan umum mendatang.
Angka tersebut bukan sekadar hitungan politik. PKB Bojonegoro ingin menambah tiga kursi dari perolehan saat ini sebanyak 13 kursi di DPRD Kabupaten Bojonegoro. Sebuah target yang menuntut kerja lebih keras, soliditas organisasi, dan kedekatan yang terus terjaga dengan masyarakat.
Ketua DPC PKB Bojonegoro periode 2026–2031, H. Fauzan Fuadi, menyampaikan target itu di hadapan jajaran pengurus DPC dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Bojonegoro yang baru dikukuhkan.
“Bantu kami menyukseskan pemilu yang akan datang, sekurang-kurangnya 16 kursi, sanggup?” tanya Fauzan.
Pertanyaan itu segera disambut jawaban serentak dari para pengurus. Sebuah respons yang menandai tekad bersama untuk membawa PKB Bojonegoro melangkah lebih jauh pada kontestasi politik berikutnya.
Bagi Fauzan, pengukuhan kepengurusan bukan sekadar pergantian atau penegasan struktur organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat perjuangan partai sekaligus memperbesar kontribusi nyata bagi masyarakat.
Api Abadi, Simbol Perjuangan yang Tak Padam
Pemilihan Kayangan Api sebagai lokasi pengukuhan bukan tanpa alasan. Di tempat yang dikenal dengan fenomena api abadinya itu, Fauzan ingin menanamkan pesan bahwa semangat perjuangan politik harus terus menyala, tidak berhenti pada seremoni, dan tidak padam ketika menghadapi tantangan.
“Kenapa acara di Kayangan Api, karena kita ingin semangat kita, perjuangan kita, kobaran api semangat kita tidak akan pernah padam dan akan menjadi abadi selamanya kemenangan dan kontribusi kita bagi masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.
Kayangan Api pun menjadi lebih dari sekadar latar acara. Ia menghadirkan simbol tentang keteguhan, kesinambungan, dan harapan agar setiap langkah politik partai tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di hadapan para pengurus, target penambahan kursi menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus diperjuangkan. Namun, bagi Fauzan, semangat partai juga perlu dibuktikan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Dari Kekeringan hingga Kepedulian kepada Warga
Di tengah pembicaraan mengenai target politik, Fauzan mengingatkan kembali kiprah kader PKB dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurut dia, sekitar dua bulan sebelum pengukuhan, pihaknya telah melakukan distribusi air bersih untuk warga di wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan setidaknya di lima titik kecamatan setiap hari, menjangkau kawasan Bojonegoro bagian barat hingga ujung timur.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kerja politik tidak semestinya hanya terlihat menjelang pemilu. Kehadiran kader di tengah masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan bantuan, merupakan bagian penting dari perjuangan yang ingin dibangun PKB Bojonegoro.
Di sinilah tantangan kepengurusan periode 2026–2031 akan diuji. Semangat yang dikobarkan di Kayangan Api perlu diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konsisten, pelayanan kepada masyarakat, dan upaya menjawab kebutuhan warga.
Sebab, bertambahnya kursi legislatif merupakan target elektoral, sedangkan kepercayaan masyarakat harus dirawat melalui kerja nyata.
Amanah Perjuangan dan Pesan dari DPP PKB
Pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB Bojonegoro turut dihadiri Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi DPP PKB, H. Ahmad Iman Sukri, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, perwakilan DPW PKB Jawa Timur, para ketua partai politik, badan otonom PKB, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum prosesi pengukuhan, suasana acara diwarnai berbagai pertunjukan kesenian, mulai dari karawitan, tari-tarian, reog, hingga lawakan yang menampilkan Cak Slenteng dan kawan-kawan. Setelah itu, rangkaian acara berlanjut pada pengambilan sumpah para pengurus.
Mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ahmad Iman Sukri menegaskan bahwa jabatan dalam kepengurusan partai bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Hari ini saudara tidak sekadar dikukuhkan, hari ini saudara mengikatkan diri pada amanah perjuangan,” katanya sebelum mengambil sumpah jajaran pengurus.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa soliditas organisasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat. Struktur kepengurusan yang kuat diharapkan mampu menggerakkan kader hingga tingkat bawah, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian.
Kayangan Api dan Harapan untuk Bojonegoro
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus DPC dan DPAC PKB yang telah dikukuhkan. Ia juga mengapresiasi keputusan partai memilih Kayangan Api sebagai lokasi acara.
Menurut Setyo Wahono, pemilihan tempat tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi wisata dan geologi Bojonegoro. Pemkab Bojonegoro saat ini juga terus berupaya mendorong geopark di daerah tersebut agar dapat masuk dalam jaringan geopark UNESCO.
“Jadi ini menjadi bagian dari promosi daerah yang sama-sama perlu kita perjuangkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Setyo Wahono turut menyampaikan terima kasih kepada PKB atas dukungan yang diberikan dalam perjalanan politiknya hingga menjabat sebagai Bupati Bojonegoro.
“Ini berkat semuanya (pengurus PKB), dan saya lihat pengurus hari ini adalah yang dulu saya ajak kampanye,” ungkapnya.
Ia berharap jajaran pengurus dan kader PKB terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Bojonegoro.
Harapan tersebut menegaskan bahwa dinamika politik dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan ketika seluruh pihak menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.
Menyalakan Semangat, Membuktikan Kerja
Malam di Kayangan Api akhirnya bukan hanya tentang pengukuhan pengurus atau deklarasi target 16 kursi. Di balik kobaran api yang menjadi simbol acara, tersimpan pekerjaan panjang yang harus dijalani selama lima tahun ke depan.
Fauzan Fuadi bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 kini menghadapi tantangan untuk menjaga kekompakan kader, memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat, serta menerjemahkan target politik menjadi kerja yang terukur.
Target minimal 16 kursi menjadi arah perjuangan menuju pemilu mendatang. Sementara itu, kepedulian kepada warga, keterlibatan dalam persoalan sosial, dan kontribusi terhadap pembangunan menjadi bagian dari pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
Api di Kayangan Api boleh menjadi simbol semangat yang tak pernah padam. Namun, bagi PKB Bojonegoro, ukuran sesungguhnya dari kobaran semangat itu akan terlihat dari apa yang dikerjakan setelah acara berakhir: seberapa dekat kader dengan masyarakat, seberapa besar manfaat yang diberikan, dan seberapa kuat kepercayaan publik yang mampu dijaga.
Di situlah perjuangan periode 2026–2031 benar-benar dimulai.
(Red*)








