SuaraBojonegoro.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 26 Universitas Bojonegoro terus berupaya melestarikan budaya lokal di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Salah satu kegiatan menarik yang di lakukan adalah sosialisasi dan pengenalan Seni Tayub kepada siswa-siswi sekolah dasar, yaitu di SDN Jono I pada 23 Juli 2025 dan di SDN Jono II pada 24 Juli 2025.
Seni Tayub atau sering disebut juga dengan Langèn Tayub merupakan salah satu kesenian khas masyarakat yang membudaya di Desa Jono khususnya. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam bentuk pertunjukan kolaborasi antara musik, tari, dan tembang/lagu dengan iringan alat musik tradisional. Kesenian Tayub mencerminkan nilai nilai budaya penuh makna, semangat gotong royong, kebersamaan, dan keceriaan masyarakat desa.
Dalam sosialisasi ini, para mahasiswa memperkenalkan sejarah singkat Tayub, alat-alat musik yang digunakan, tembang/lagu, serta di peragakan pula gerakan tari Tayub yang ceria dan energik. Tidak hanya itu, siswa-siswi juga diajak bermain sambil belajar dengan membuat kuis, yel-yel tentang Tayub, menonton video pertunjukan, dan berlatih menirukan gerakan tarian bersama-sama.
“Dengan pendekatan yang menyenangkan kami ingin adik adik sebagai generasi penerus memiliki kecintaan dan merasa bangga dengan tradisi daerahnya sendiri. Mereka bisa mengenal seni budaya lokal, punya minat dan kesungguhan untuk melestarikan sehingga seni budaya yang ada tetap terjaga dan berkembang”, ujar Rinda, salah satu mahasiswa KKN.
Sosialisasi berlangsung dengan penuh antusias dan kegembiraan. Siswa siswi terlihat senang mengikuti setiap sesi, bahkan beberapa dari mereka menunjukkan minat untuk belajar lebih dalam tentang Tayub. Kegiatan inipun di apresiasi oleh jajaran guru karena sejalan dengan pendidikan karakter serta pelestarian budaya.
Sosialisasi ke sekolah sekolah menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari ruang kelas dengan cara yang menyenangkan.” Kami masih akan melanjutkan kegiatan serupa di 2 lembaga sekolah lainnya di Desa Jono Temayang, semoga pengenalan seni Tayub ini mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah di kalangan generasi muda, khususnya anak-anak sekolah dasar.” imbuh Deny, Ketua Kelompok 26 mahasiswa KKNTK Unigoro Tahun 2025. (Red/Lis)









