Kasus DBD Meningkat di Musim Penghujan, Dinkes Himbau Waspada

Reporter : Lina Nur Hidayah

SuaraBojonegoro.com – Jumlah Kasus pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro pada bulan Desember 2024 mengalami peningkatan 100 persen.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, drg. Fajar Respati, bahwa pada tahun ini jumlah pasien DBD sebanyak 580 kasus sehingga Dinkes Bojonegoro menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai DBD. Jum’at (20/12/24).

“Pada bulan ini masyarakat harus lebih waspada akan bahaya DBD karena jumlah pasien semakin meningkat, ” Ungkap drg. Fajar Respati.

Dinkes Bojonegoro melakukan antisipasi dan kewaspadaan tentang bahaya DBD, hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bojonegoro nomor 400.7.9.2/5910/412.202/2024, tentang kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Demam Dengue, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pemberian larvasida selektif, fogging, pengkabutan dengan ULV di 93 sekolah di Bojonegoro.

Baca Juga:  Dinkes Bojonegoro Diduga Tak Transparan Data DBD Kepada Media

“Kewaspadaan terhadap peningkatan kasus DBD, Dinkes Bojonegoro melakukan PSN, pemberian larvisida, fogging, pengkabutan ULV di 93 sekolah yang ada di Bojonegoro, ” Tambahnya.

drg. Fajar Respati menambahkan bahwa Dinkes Bojonegoro juga melaksanakan kegiatan lintas sektoral yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bojonegoro nomor 400.7.9.2/5510A/412.202/2024 tentang pencegahan dan pengendalian kasus dengue pada musim hujan.

Jika dibandingkan tahun 2023 lalu, menurut Drg Fajar tercatat jumlah kasus DBD sebanyak 253 kasus, sedangkan dari Januari hingga 20 Desember 2024 mencapai 580 kasus. Sehingga ada penambahan 327 kasus yang dapat dikategorikan pasien DBD di Bojonegoro pada tahun ini mengalami peningkatan.

“Kemungkinan peningkatan kasus DBD terjadi karena saat ini memasuki musim penghujan ditambah banyaknya genangan air yang dapat memicu sarang nyamuk aedes aegypti, ” Paparnya.

Baca Juga:  Lapas Bojonegoro Lakukan Fogging di Lingkungan Kantor dan Blok Hunian Guna Cegah DPBD

Pihaknya menambahkan bahwa apabila masyarakat mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi yang berlangsung dua sampai tujuh hari , disertai lemas, sakit kepala dan nyeri otot, menghimbau kepada warga agar segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat jika terjadi gejala DBD segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit, serta selalu menjaga imunitas tubuh, dan menerapkan perilaku hidup bersih untuk mencegah berkembangnya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti, ” Terangnya. (Lin/red)