Character Camp 3 MI Fathul Ulum Diikuti 123 Siswa, Tanamkan Nilai Disiplin dan Kepedulian

SuaraBojonegoro.com – Sebanyak 123 siswa MI Fathul Ulum Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti Character Camp 3 yang resmi dibuka pada Ahad (11/10/2026). Kegiatan perkemahan pendidikan karakter selama tiga hari, hingga 13 Oktober 2026, ini mengusung tema “Bertumbuh Bersama, Tangguh, Peduli, dan Berkarakter”.

Pembukaan kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 WIB tersebut dilakukan oleh Kak Eko, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sukosewu, mewakili Camat Sukosewu. Acara turut dihadiri Pengawas Madrasah Drs. Zainudin Agus Arif, Ketua Harian Kwarran Sukosewu Syaihul Ibad, Ketua KKM Sukosewu Adib Masyhuri, Ketua MWC Ma’arif NU Sukosewu Ali Hamzah, serta Ketua Yayasan Moh. Marwan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pelepasan tiga ekor burung merpati sebagai simbol harapan agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berkarakter positif, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Sebanyak 123 peserta terdiri atas 61 siswa putra dan 62 siswa putri dari kelas I hingga kelas VI. Mereka dibagi ke dalam 12 tenda, masing-masing enam tenda putra dan enam tenda putri. Pembagian kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya melatih kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, dan kekompakan antarsiswa.

Berbeda dengan perkemahan yang hanya berfokus pada permainan dan perlombaan, Character Camp 3 dirancang sebagai sarana pendidikan karakter berbasis pengalaman. Para siswa diajak mempraktikkan nilai-nilai positif melalui aktivitas bersama, tantangan kelompok, kegiatan keagamaan, seni, aksi sosial, kepedulian lingkungan, hingga refleksi diri.

Baca Juga:  Kontingen MI Fathul Ulum Sumberjokidul Sabet 2 Piala di Ajang Matsada Fest 1 MTs Abu Dzarrin Bojonegoro

Selama kegiatan, pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, Character Discovery atau “Aku Mengenal Diriku”, yang berfokus pada pengenalan diri, teman, kelompok, dan lingkungan sekaligus membangun kedisiplinan, keberanian, kreativitas, serta kemandirian.

Tahap kedua, Character Challenge atau “Aku Tumbuh Bersama”, menghadirkan tantangan individu dan kelompok untuk mengasah kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, sportivitas, tanggung jawab, serta kemampuan memecahkan masalah.

Sementara tahap ketiga, Character Action & Character Plan atau “Aku Berbuat dan Berjanji”, mengajak peserta menerapkan nilai-nilai karakter melalui aksi nyata, kepedulian sosial, refleksi diri, dan penyusunan komitmen perubahan yang diharapkan berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Sejumlah agenda disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, di antaranya orientasi perkemahan, Character Yell Challenge, permainan tradisional, ibadah, olahraga pagi, tantangan karakter, pentas seni, Character Action, Character Adventure, hingga penyusunan janji perubahan diri.

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan peserta tidak semata-mata dinilai berdasarkan kemenangan dalam perlombaan. Panitia dan pembina juga melakukan pengamatan terhadap perkembangan karakter siswa melalui instrumen Character Point.

Penilaian tersebut mencakup sepuluh aspek, yakni disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan dan inisiatif, komunikasi dan percaya diri, kepedulian dan empati, ketangguhan, integritas dan kejujuran, serta refleksi diri dan komitmen perubahan.

Dalam amanat pembukaan, pembina upacara menegaskan bahwa Character Camp bukan sekadar kegiatan bermalam di tenda, bermain, atau mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai kehidupan.

Baca Juga:  Pelajar Mi Fathul Ulum Sokosewu Raih Perunggu di Olimpiade Himso 4 Tingkat Nasional

Para peserta didorong membiasakan diri mengikuti jadwal, mengurus kebutuhan pribadi, bekerja sama dalam kelompok, serta membantu teman yang membutuhkan.

Pembina juga mengingatkan para siswa agar tidak takut menghadapi kegagalan dan tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan. Kemauan untuk berusaha, belajar dari kesalahan, dan memperbaiki diri dinilai lebih penting daripada sekadar mengejar kemenangan.

“Yang paling penting bukan siapa yang paling cepat atau siapa yang menjadi juara, tetapi siapa yang mau berusaha, mau belajar dari kesalahan, dan mau menjadi lebih baik,” demikian pesan dalam amanat pembukaan.

Peserta juga diingatkan agar nilai-nilai yang dipelajari selama perkemahan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Kedisiplinan, kemandirian, keberanian, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.

Pembukaan Character Camp 3 menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang diharapkan memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta didik MI Fathul Ulum Sumberjokidul.

Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk siswa yang mandiri, disiplin, tangguh, jujur, bertanggung jawab, peduli, serta mampu bekerja sama.

Sejalan dengan semangat kegiatan tersebut, terdapat pesan yang menjadi pengingat bagi seluruh peserta: “Kemah boleh berakhir, tenda boleh dibongkar, tetapi karakter harus tetap dibawa pulang.” (Red)