Karang Taruna Margoagung Tolak Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mendapat penolakan dari Karang Taruna setempat. Pembangunan tersebut rencananya akan ditempatkan di area lapangan sepak bola desa yang selama ini menjadi fasilitas umum masyarakat. Senin (17/11/2025).

Ketua Karang Taruna Putra Harapan Desa Margoagung, Rezy, mengatakan bahwa pihaknya mendukung program KDMP, namun keberatan jika bangunan ditempatkan di lapangan sepak bola yang merupakan ruang publik.

“Sebenarnya kami mendukung program KDMP, tapi penempatan koperasi di lapangan kurang efektif karena lapangan ini fasilitas olahraga masyarakat. Setiap sore ada anak-anak yang bermain bola,” ungkap Rezy

Baca Juga:  Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa, Pemkab Bojonegoro Harapkan Selesai 2025 Ini

Menurutnya, meski kondisi lapangan saat ini membutuhkan perbaikan, Karang Taruna tetap berupaya melakukan renovasi agar kegiatan olahraga di Desa Margoagung, khususnya sepak bola, dapat kembali berjalan seperti sebelumnya.

“Setahun terakhir sepak bola Margoagung vakum karena lapangan rusak, namun teman-teman Karang Taruna masih berkeinginan memperbaiki lapangan dan menghidupkan kembali kegiatan olahraga. Karena itu kami menolak pembangunan KDMP di lapangan Margoagung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Margoagung, Sasminto, membenarkan adanya keberatan dari Karang Taruna. Ia memastikan pemerintah desa akan kembali menggelar musyawarah untuk membahas rencana tersebut.

“Iya betul, tapi tidak apa-apa. Nanti dimusyawarahkan bersama,” ujar Sasminto melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, penolakan serupa terkait penempatan KDMP di fasilitas umum juga terjadi di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, dan akhirnya pembangunan dipindah ke lokasi lain. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kehati-hatian pemerintah desa dalam menentukan lokasi pembangunan agar tidak mengganggu ruang publik yang telah dimanfaatkan masyarakat, serta pentingnya perhatian Pemkab Bojonegoro terhadap perencanaan di tingkat desa. (Why/Red)