Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Choirul Anam, menanggapi terkait dengan gagalnya debat calon wakil bupati yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 19 Oktober 2024 yang lalu. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam hal ini komisi A merekomendasikan agar KPU untuk tetap melaksanakan debat publik Pilkada Bojonegoro. Kamis (07/11/24).
“Apapun resikonya,” katanya saat memimpin rapat dengan KPU dan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.
Choirul Anam menegaskan jika apapun yang dilakukan KPU saat ini pasti ada pihak yang tidak puas. Namun demikian dirinya meyakini jika KPU akan mampu melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. Dalam hal ini dirinya juga tidak ingin mendengar lagi KPU gagal menyelenggarakan debat.
“Karena apa? Ini akan berbahaya sampai kedepan. Ketika KPU tidak berhasil melaksanakan debat dan kemudian hari H sudah dilakukan pencoblosan, saya yakin siapapun yang kalah akan mempersoalkan proses dan ini akan sangat panjang,” ujarnya.
Oleh sebab itu Choirul Anam menekankan kepada KPU untuk mengambil segala resiko apapun yang terjadi untuk terselenggaranya debat. Lebih jauh pria yang akrab disapa Irul ini menegaskan jika KPU tidak berani mengambil resiko lebih baik mundur.
“Kalau ndak berani mundur saja ndak apa apa,” tegasnya.
Namun demikian Choirul Anam menjelaskan bahwa ini merupakan kesempatan terakhir bagi KPU untuk dapat menyelenggarakan debat publik. Sehingga paska rapat ini ternyata KPU gagal lagi menyelenggarakan debat maka, Komisi A akan merekomendasikan agar 5 komisioner KPU untuk mundur dan akan meminta kepada KPU Jawa Timur untuk mengambil alih pelaksanaan Pilkada.
“Rekomendasi Komisi A jelas, mundur kalian semua lima orang,” pungkasnya. (Bim/Red)








