Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Dugaan mangkraknya proyek pembangunan kios pasar di Desa Trembes, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, yang memangkas anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) sejak 2024 hingga 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro mengaku belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut. Kamis (09/06/2026)
Kepala Dinas PMD Bojonegoro, Djoko Lukito, S.SOS., MM, yang dihubungi media ini menyampaikan bahwa pihaknya belum pernah memperoleh informasi mengenai proyek kios pasar Desa Trembes yang hingga kini belum dapat difungsikan.
“Kami belum pernah mendapat informasi terkait hal tersebut selama menjabat di Dinas PMD. Akan kami telusuri dulu,” ujarnya.
Djoko juga menambahkan bahwa hingga saat ini pihak kecamatan belum menyampaikan laporan resmi kepada Dinas PMD terkait mangkraknya pembangunan tersebut.
“Camat juga belum pernah melaporkan kondisi tersebut kepada kami,” imbuhnya.
Perlu diketahui, berdasarkan data yang di dapat media ini, proyek pembangunan kios pasar di Desa Trembes menghabiskan anggaran sebesar Rp203 juta pada tahun 2024 dan Rp182 juta pada tahun 2025. Namun, bangunan tersebut hingga kini berdasarkan pantauan di lokasi belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan justru terlihat terbengkalai.
Disisi lain Camat Malo, Agus Saiful Aris, mengaku telah dua kali memanggil pemerintah desa untuk meminta klarifikasi. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, anggaran pembangunan disebut telah habis digunakan dan rencananya akan dianggarkan kembali pada periode berikutnya.
Meski demikian Kepala Desa Trembes, M. Sukirno, hingga berita ini diturunkan masih belum memberikan keterangan resmi meski telah diupayakan konfirmasi oleh awak media. (Why/Red)








