SuaraBojonegoro.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, sukses mencuri perhatian sebagai narasumber inspiratif di perhelatan akbar Festival Mbois 10 (FM X). Berlangsung di Malang Creative Center (MCC), kehadirannya menjadi magnet kuat untuk mempromosikan kekayaan batik dan potensi ekonomi kreatif Bojonegoro di hadapan ribuan pelaku industri kreatif dan pengunjung dari seluruh Nusantara.
FM X, festival kreatif terbesar di Malang Raya, tahun ini mengusung tema “Kota Kreatif” dengan tagline “Merayakan Satu Dekade Inovasi.” Acara bergengsi ini makin megah karena diselenggarakan berbarengan dengan pertemuan nasional Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang bertajuk “Nusantaraya: Dari Malang Raya untuk Nusantara.”
Di momen bergengsi ini, Cantika Wahono fokus mengangkat batik khas Bojonegoro, menekankan bahwa setiap kriya atau wastra dari Bojonegoro tidak hanya indah, tetapi juga sarat filosofi, muatan lokal, dan nilai sejarah yang kuat.
“Kami di Dekranasda Bojonegoro terus mendorong dan fokus pada peningkatan wastra, terutama batik,” ujar Cantika, Minggu (9/11/2025). Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas adalah kunci utama untuk bersaing.
Motif-motif yang diangkat pada batik Bojonegoro memiliki makna mendalam, mengangkat ciri khas daerah seperti daun jati, salak, padi, hingga ikon wisata ternama: Negeri Atas Angin, Kayangan Api, dan Teksas Wonocolo. Batik ini menjadi media bercerita tentang identitas Bojonegoro.
Tak berhenti pada wastra, Cantika Wahono juga memaparkan potensi pariwisata serta produk kriya unggulan lainnya, seperti ukiran kayu jati khas untuk furniture. Tak lupa, ia mengenalkan kuliner lokal andalan yang menggugah selera, seperti serabi, nasi gulung, dan sambel ale.
Menyadari tantangan era modernisasi, terutama dalam persaingan produk kriya dan kuliner, Cantika menegaskan perlunya langkah strategis yang melibatkan generasi muda. Bojonegoro telah membentuk Komite Ekonomi Kreatif sebagai wadah resmi untuk memfasilitasi inovasi.
Target Pasar Internasional dan Dukungan Konkret Pemkab
Optimisme pasar internasional turut diungkapkan oleh Cantika.
“Peluangnya terbuka untuk internasional. Kami di Dekranasda Bojonegoro terus mendorong, bekerja sama, dan berkolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri menunjukkan dukungan konkret untuk ekosistem kreatif melalui berbagai program, seperti:
Pelatihan khusus untuk anak-anak muda.
Lomba desain dan motif batik.
Acara tahunan Wastra Batik Festival sebagai panggung utama bagi keterlibatan generasi muda dalam kriya dan wastra.
Kehadiran Cantika Wahono di FM X 2025 menjadi bukti nyata bahwa Bojonegoro serius memposisikan diri sebagai lumbung kekayaan budaya dan ekonomi kreatif di kancah nasional. (Lis/Red)








