Belajar Selamatkan Diri, Siswa MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem Praktik Tangani LPG Terbakar

Oleh : Samsul Arifin

 

SuaraBojonegoro.com – Keberanian dan ketenangan ditunjukkan oleh Nabila Azahra, siswi MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, saat mempraktikkan penanganan kebocoran tabung LPG yang menimbulkan api dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran yang diselenggarakan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di halaman MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem tersebut menjadi sarana edukasi penting bagi peserta didik dalam memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran, penanganan keadaan darurat, serta upaya penyelamatan diri ketika menghadapi situasi berbahaya.

Sejak awal kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan petugas Damkar Bojonegoro.

 

Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikan dan mengikuti simulasi secara langsung.

 

Salah satu momen yang paling menarik perhatian terjadi ketika Nabila Azahra mendapat kesempatan untuk mempraktikkan penanganan awal kebocoran tabung LPG yang terbakar. Dengan didampingi petugas Damkar, ia memperagakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak semakin membesar.

 

Meski berhadapan langsung dengan kobaran api dalam simulasi, Nabila tetap tenang dan mampu mengikuti instruksi petugas dengan baik.

 

Penampilannya mendapat apresiasi dari para guru, petugas Damkar, serta teman-temannya yang menyaksikan kegiatan tersebut.

 

Petugas Damkar Bojonegoro menjelaskan bahwa kebakaran akibat kebocoran tabung LPG masih menjadi salah satu penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan masyarakat.

 

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai tindakan awal penanganan kebakaran perlu dimiliki sejak usia sekolah agar risiko yang lebih besar dapat dicegah.

 

Selain simulasi penanganan kebocoran LPG, peserta didik juga memperoleh materi mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik evakuasi saat terjadi kebakaran, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah.

 

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, Ahmad Rofiul Fauzi, menyampaikan apresiasinya kepada Damkar Bojonegoro atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

 

Menurutnya, pendidikan mengenai keselamatan dan mitigasi bencana sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang tanggap dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang cara menghadapi keadaan darurat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal berharga bagi mereka maupun keluarga di rumah,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup, kesadaran keselamatan, serta kemampuan menghadapi risiko bencana secara tepat dan bertanggung jawab. (Red/Sam)