SuaraBojonegoro.com – Setelah melalui proses kajian, penciptaan dan pelatihan, Akademi Bale Parawangsa yang didukung penuh oleh Pemerintah Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo bakal segera mengenalkan produk Pemajuan Kebudayaan dari Desa Mlinjeng. Produk yang termasuk dalam Obyek Pemajuan Kebudayaan tersebut berupa seni tari desa.
“Dasarnya dari penelitiaan pada tahun 2024 lalu. Kemudian kami lanjutkan dengan diskusi bersama pelaku seni untuk menciptakan narasi yang sesuai,” jelas Ramon Pareno, selaku Direktur Akademi Bale Parawangsa.
Menurutnya, sebelum memasuki tahapan penciptaan, pihaknya juga telah melakukan diskusi terbatas dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat. “Jadi konsepnya bukan sekedar gerakan tari saja, namun lebih pada ekspresi muatan lokal berdasarkan penelitian ilmiah,” jelasnya.
Gayung bersambut, pihak Pemdes Mlinjeng kemudian berkomitmen untuk mewujudkan dalam bentuk pelatihan. Setelah melakukan pelatihan selama dua bulan, pihak Akademi Bale Parawangsa berencana menggelar pentas gladi. “Sekaligus sebagai tahap final dari proses panjang ini. Kami upayakan di akhir bulan November ini,” terangnya.
Tari yang merupakan visualisasi dari sejarah dan budaya Desa Mlinjeng itu merupakan tari berkelompok. Dimana ternyata dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, kesenian yang pernah ada di Desa Mlinjeng juga dipengaruhi oleh Budaya Panji.
Hal itu membuat secara visual akan ditampilkan elemen-elemen khas budaya panji dalam tampilan tari yang secara garis besar bercerita mengenai kesejarahan Desa Mlinjeng. “Ini juga menjadi persiapan peringatan Hari Jadi Desa Mlinjeng di tahun 2026 mendatang,” jelas Sugiri, Kepala Desa Mlinjeng. (Lis/Red)








