Bak Resepsi Pernikahan, Ujian Praktik Bahasa Jawa di SMKN Margomulyo Bojonegoro Tuai Antusiasme Siswa

SuaraBojonegoro.com – Nuansa tak biasa menyelimuti SMK Negeri Margomulyo saat lantunan tembang Jawa terdengar mengalun sejak pagi, Rabu (15/4/2026). Suasana yang menyerupai hajatan pernikahan adat itu ternyata merupakan bagian dari ujian praktik Bahasa Jawa yang digelar selama dua hari, Selasa hingga Rabu (14–15 April 2026).

Bertempat di Saung SMKN Margomulyo, kegiatan ini menghadirkan praktik Upacara Panggih sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Pada sesi hari kedua, giliran siswa kelas XII dari jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) dan XII TKR A (Teknik Kendaraan Ringan) yang menampilkan kemampuan mereka.

Dengan balutan busana adat lengkap dan tata rias yang detail, para siswa sukses menyuguhkan prosesi temu temanten layaknya acara pernikahan sungguhan. Peran demi peran dijalankan dengan penuh kekompakan, mulai dari pengantin, pranatacara, hingga tim sinoman yang mendukung jalannya acara.

Guru Bahasa Jawa SMKN Margomulyo, Bambang Setyo Nugroho, S.Sn., menyampaikan bahwa konsep praktik ini dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi siswa.

Baca Juga:  Pengabdian Masyarakat BEM Saintek Unigoro, Edukasi Biopori di SMKN Margomulyo

“Melalui kegiatan ini, siswa bisa memahami langsung bagaimana alur prosesi pernikahan adat Jawa, termasuk penggunaan bahasa krama, tata busana, dan tata rias yang sesuai dengan pakem,” terangnya.

Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik seperti ini juga mampu meningkatkan keterampilan non-akademik siswa, terutama dalam hal kreativitas dan kolaborasi.

“Harapan kami dengan praktik ini mampu melatih kerja sama tim, kreativitas, disiplin, dan kepercayaan diri siswa dalam menyusun dan memerankan peran dalam acara kolaborasi dengan teman-temannya, serta dapat memahami filosofi dan makna simbolis dalam manten Jawa,” ujarnya.

Kesan positif juga datang dari salah satu peserta ujian, Dimas Kurniawan dari kelas XII DKV. Ia mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus berkesan.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Minta Awasi MPLS dari Kegiatan Tak Bermanfaat

“Praktik ini sangat memuaskan karena kami bisa belajar langsung tentang tata cara temu temanten dalam adat Jawa. Selain itu juga seru, apalagi ini jadi momen kebersamaan di akhir masa sekolah kami,” ungkapnya.

Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, S.Pd., M.M., menilai kegiatan ini sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang patut diapresiasi.

“Ini bukan sekadar ujian, tetapi juga proses pembelajaran yang menyentuh aspek budaya dan karakter. Siswa belajar bekerja sama, menghargai tradisi, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui pengalaman langsung,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar siswa tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap budaya lokal.

Dengan konsep yang menarik dan penuh makna, ujian praktik ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara kreatif di lingkungan sekolah. (Red)