BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta ASN, 14.643 Pegawai Masuk SIMATA

SuaraBojonegoro.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendorong Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah percontohan atau pilot project penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Dorongan tersebut disampaikan Kepala BKN, Prof. Zudan, saat menerima paparan kesiapan manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis (5/11/2026) kemarin.

 

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan menilai Bojonegoro memiliki potensi sekaligus tantangan pembangunan yang besar. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp6 triliun, daerah ini membutuhkan kapasitas ASN yang memadai untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

 

Ia mendorong agar penerapan manajemen talenta di Bojonegoro dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

 

” Kabupaten Bojonegoro adalah kabupaten rasa provinsi. Penduduknya lebih dari 1,3 juta, APBD-nya juga besar. Maka kapasitas ASN-nya harus besar. Boleh enggak kita jadikan Bojonegoro itu pilot project manajemen talenta?” kata Prof. Zudan.

 

Menurutnya, manajemen talenta menjadi salah satu instrumen untuk menempatkan ASN berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, birokrasi dapat bekerja lebih profesional, adaptif, serta berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Ia menjelaskan, sistem tersebut juga membantu kepala daerah mengidentifikasi dan menempatkan ASN sesuai kebutuhan program prioritas. Apabila talenta yang dibutuhkan belum tersedia di lingkungan pemerintah daerah, proses pencarian dapat menjangkau wilayah lain.

Baca Juga:  Kesadaran Organik Petani Bojonegoro Berbuah Manis, Hasil Panen Melonjak Drastis!

 

Prof. Zudan juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi harus dilihat dari dampak nyata bagi masyarakat, seperti penurunan angka stunting, kemiskinan, dan inflasi.

 

Menanggapi dorongan tersebut, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyambut baik dukungan BKN dalam pengembangan manajemen talenta ASN. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menempatkan dan mengembangkan ASN berdasarkan kualifikasi serta kompetensi yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

 

“Kami ingin dan mengembangkan ASN berdasarkan kualifikasi dan kompetensi yang kami tuangkan dalam RPJMD,” ungkapnya.

 

Setyo berharap penerapan manajemen talenta mampu meningkatkan motivasi kerja, kompetensi profesional, serta membuka kesempatan promosi jabatan secara lebih objektif bagi ASN.

 

Ia juga menegaskan bahwa birokrasi yang kuat harus diisi aparatur yang memiliki integritas, moralitas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat. Keberhasilan program pemerintah, menurutnya, tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

 

Dalam pemaparan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa sebanyak 14.643 ASN telah masuk dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN.

 

Sejumlah tahapan penerapan manajemen talenta juga telah disiapkan, mulai dari pengisian jabatan kosong pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan jabatan pengurus, pemetaan talenta JPT Pratama untuk JPT Madya, pemetaan jabatan administrator dan Jabatan Fungsional (JF) Ahli Madya untuk JPT Pratama, hingga penyusunan kandidat suksesi, peta jalan retensi talenta, serta rencana pendalaman suksesor.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Minta Pemkab Bojonegoro Serius Tangani Infrastruktur Jalan dan Jembatan Rawan Kecelakaan

 

Prof. Zudan menilai langkah tersebut menunjukkan kemajuan yang terstruktur. Namun, ia mengingatkan pentingnya kelengkapan dan pemutakhiran data kepegawaian agar potensi setiap ASN dapat terbaca secara akurat dalam sistem manajemen talenta.

 

BKN juga mendorong seluruh ASN memperbarui dokumen dan riwayat pengalaman kerja, khususnya dalam tiga tahun terakhir. Data pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja menjadi komponen penting dalam pemetaan talenta, termasuk peluang ASN masuk kelompok talenta potensial pada kotak 7, 8, dan 9.

 

Untuk mendukung proses tersebut, BKN telah menyiapkan fasilitas lemari digital guna menyimpan dokumen kepegawaian. Selain itu, panelis BKN menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan apresiasi terhadap ASN berprestasi melalui pemberian penghargaan maupun publikasi atas capaian dan kontribusi mereka.

 

Dukungan BKN tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan manajemen talenta di Kabupaten Bojonegoro, sehingga penempatan aparatur semakin tepat, pengembangan karier lebih objektif, dan kualitas pelayanan publik terus meningkat. (Sas/Red)