SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong Gerakan Pramuka mengambil peran lebih aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan menjawab berbagai persoalan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Sinkronisasi dan Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, tersebut mengusung tema “Menyelaraskan Langkah dan Menguatkan Karakter Generasi Muda Bojonegoro”. FGD ini menjadi forum untuk menyelaraskan program kepramukaan dengan visi, misi, serta prioritas pembangunan daerah.
Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa peran Gerakan Pramuka perlu dievaluasi dan diperkuat agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Bojonegoro masih menghadapi sejumlah persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, di antaranya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, serta pengawasan penyaluran bantuan sosial BPNTD agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Anggota Pramuka dikenal sigap, cekatan, tegas, dan berkarakter. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka harus mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan sosial dan mendukung program prioritas daerah,” tegas Nurul.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Di sektor pertanian, berdasarkan angka sementara hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 November 2026, Bojonegoro menempati posisi pertama sebagai kabupaten dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur.
Selain itu, angka kemiskinan di Bojonegoro juga mengalami penurunan signifikan sepanjang 2026. Sementara di bidang kesehatan, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro disebut memiliki pelayanan jantung terbaik nomor dua di Jawa Timur dan nomor tiga secara nasional versi Kementerian Kesehatan.
Pemkab Bojonegoro juga menargetkan lima rumah sakit siap memberikan layanan hemodialisis atau cuci darah pada Januari 2027. Pembangunan rumah sakit jiwa di Kalitidu ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Ke depan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan panti lansia untuk menampung warga lanjut usia yang hidup sebatang kara agar mendapatkan perawatan dari negara.
Nurul turut mengapresiasi kepedulian sosial jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro yang telah terlibat langsung dalam kegiatan dropping bantuan air bersih ke sejumlah desa yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi generasi muda. Karena itu, program kepramukaan perlu diselaraskan dengan kebijakan serta arah pembangunan pemerintah daerah.
“Kabupaten Bojonegoro membutuhkan generasi penerus yang terus bersinergi sesuai visi misi Bojonegoro ke depan. Gen Z mulai menunjukkan perannya di berbagai sektor. Maka pendidikan karakter sangat penting,” ujarnya.
Arief menjelaskan, FGD tersebut bertujuan menyinkronkan kalender kegiatan, menyamakan langkah, menyatukan gagasan, serta memperkuat komitmen bersama agar Gerakan Pramuka mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
“Dengan sinergi kelembagaan yang jelas dan terpadu antara pemerintah dan unsur terkait, program kepramukaan akan berjalan efektif serta tepat sasaran dalam menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro Hanafi beserta jajaran pengurus, perwakilan Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, serta sejumlah peserta dan tamu undangan.
FGD kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari empat narasumber, yakni Ketua Harian Kwarcab Bojonegoro Hanafi, Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Ribut Margo Mulyanto, Ketua Pusdiklatcab Bojonegoro M. Djian, dan Sekretaris Kwarcab Bojonegoro Bangun Setiyawan Nurgroho.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat sehingga Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada kegiatan pembinaan anggota, tetapi juga mampu hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membentuk generasi muda berkarakter dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Bojonegoro. (Lis/Red)








