SuaraBojonegoro.com – Akuatik Indonesia Kabupaten Bojonegoro menargetkan peningkatan prestasi atlet melalui penguatan pembinaan, peningkatan kompetensi pelatih, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Komitmen tersebut menjadi fokus kepengurusan baru periode 2026–2030 yang resmi dilantik dengan total 22 pengurus di Ruang Pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Kamis (15/10/2026).
Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Ketua Akuatik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Herlambang Wijaya, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap perkembangan olahraga akuatik di Bojonegoro. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan modal penting untuk membangun pembinaan yang lebih baik dan melahirkan atlet berprestasi.
“Bojonegoro luar biasa. Saya juga kaget karena sponsornya luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan tekad kita bersama untuk bangkit,” ujarnya.
Herlambang juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi antarpengurus. Ia menilai, kemajuan olahraga tidak dapat dicapai apabila organisasi berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.
Ia meminta seluruh pengurus, klub, pelatih, dan pihak pendukung membangun komunikasi terbuka serta menjadikan perbedaan pendapat sebagai bagian dari proses mencari solusi.
“Jangan sampai ada rasa saling curiga atau saling menyalahkan. Kita harus saling mendukung, berdiskusi, dan bangkit bersama. Boleh berbeda pendapat, tetapi semangat kita harus sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Bojonegoro, Emy Setiowati, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 harus diikuti dengan kerja nyata. Menurutnya, peningkatan prestasi tidak cukup hanya dengan target, tetapi membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, latihan terarah, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kami harus siap bekerja, siap berjuang, siap berkolaborasi, dan siap mencetak prestasi. Kami tidak hanya ingin berbicara tentang kemenangan, tetapi bekerja untuk mewujudkannya,” ungkap Emy.
Salah satu perhatian dalam program kerja kepengurusan baru adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi atlet. Akuatik Bojonegoro berencana memberikan edukasi gizi dengan melibatkan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Bojonegoro.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman atlet dan orang tua mengenai pentingnya asupan nutrisi yang sesuai dalam mendukung proses latihan, pemulihan fisik, serta pencapaian prestasi.
Selain aspek nutrisi, peningkatan kompetensi pelatih dan perluasan kesempatan bertanding juga menjadi bagian dari strategi pembinaan. Atlet diharapkan memperoleh pengalaman kompetisi yang memadai untuk meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, dan kepercayaan diri.
Akuatik Bojonegoro juga berkomitmen menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, disiplin, dan sportif sebagai fondasi pembentukan atlet yang berkualitas.
Emy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), KONI Bojonegoro, Akuatik Indonesia Provinsi Jawa Timur, klub renang, pelatih, orang tua atlet, serta para sponsor dan mitra usaha yang telah mendukung perkembangan olahraga akuatik di daerah.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pembinaan berjalan berkelanjutan dan atlet memperoleh dukungan yang optimal.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Akuatik Indonesia Kabupaten Bojonegoro berharap dapat membangun organisasi yang semakin solid dan profesional. Penguatan pembinaan sejak dini, peningkatan kualitas pelatih, perhatian terhadap kebutuhan atlet, serta dukungan berbagai pihak diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengantarkan atlet Bojonegoro meraih prestasi yang lebih tinggi.
Susunan Pengurus Akuatik Indonesia Kabupaten Bojonegoro Periode 2026–2030:
1. Ketua Umum: Emy Setiowati
2. Ketua Harian: Hendri Rahman Susetyo
3. Sekretaris: Teguh Wicaksono








