SuaraBojonegoro.com – Menjadi bagian dari gerakan dakwah yang responsif, MI Muhammadiyah 21 Kapas, Bojonegoro bergerak cepat merealisasikan instruksi organisasi. Sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, madrasah ini resmi menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan sebesar Rp6.537.000,00 untuk membantu korban bencana alam di Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (1/9/2026).
Aksi penggalangan dana yang masif ini merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Edaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Nomor 72/III.0/A/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026. Di lingkungan persyarikatan, sudah menjadi kultur yang mengakar kuat bahwa setiap kali ada instruksi atau maklumat dari pimpinan daerah, seluruh pimpinan AUM akan langsung mengambil langkah taktis untuk melaksanakannya tanpa menunda-nunda.
Dalam surat edaran tersebut, PDM Bojonegoro sebenarnya menginstruksikan penghimpunan dana secara luas. Selain menggerakkan seluruh lini AUM, edaran tersebut juga mengimbau penggalangan dana melalui jamaah salat Jumat pada pekan ketiga dan keempat di bulan Agustus 2026 di seluruh masjid dan musala Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro. Strategi berlapis ini memastikan gerakan filantropi berjalan masif dan menyentuh seluruh lapisan warga persyarikatan.
## Gotong Royong 172 Siswa: Dua Hari yang Berarti
Khusus di lingkungan MI Muhammadiyah 21 Kapas, pengumpulan dana difokuskan pada penggalangan empati para siswa. Hebatnya, dana jutaan rupiah tersebut murni dihimpun dari 172 siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Proses pengumpulan berlangsung singkat namun sangat efektif, yakni hanya selama dua hari dari tanggal 31 Agustus hingga 1 September 2026. Waktu dua hari tersebut terbukti mampu mengetuk pintu hati para siswa untuk menyisihkan uang jajan mereka demi meringankan beban sesama di belahan Indonesia Timur.
Penyaluran donasi diserahkan secara resmi melalui Lazismu Bojonegoro yang beralamat di Jalan Sawunggaling, Bojonegoro. Penyerahan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Muhammad Yusron, dengan didampingi perwakilan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MI Muhammadiyah 21 Kapas, yaitu Iqbal Fanani dan Hasna. Bantuan diterima secara langsung oleh Muntafiah selaku koordinator program Lazismu Bojonegoro.
## Menanamkan Karakter Peduli Melalui Aksi Nyata
Kepala MI Muhammadiyah 21 Kapas, Muhammad Yusron, mengaku sangat bangga atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh anak didiknya. Baginya, sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan laboratorium sosial untuk mencetak generasi yang humanis.
“Mari kita wujudkan rasa empati pada saudara menjadi aksi nyata. Ini bentuk kepedulian yang terus kita pupuk untuk menjadi budaya kelak,” tegas Muhammad Yusron. Ia menambahkan bahwa kecepatan AUM dalam merespons instruksi PDM adalah cerminan dari kedisiplinan berorganisasi di Muhammadiyah yang harus diwariskan kepada generasi muda.
Rasa bangga juga disampaikan oleh Hasna, siswi yang menjadi perwakilan PR IPM saat menyerahkan bantuan di kantor Lazismu. “Saya sangat senang bisa menyerahkan bantuan dan menjadi wakil teman-teman saya. Semoga bermanfaat untuk para korban di Flores dan NTT,” tuturnya ceria.
Sinergi yang apik antara instruksi PDM Bojonegoro, respons cepat pimpinan AUM, semangat kepanduan PR IPM, serta profesionalisme penyerahan lewat Lazismu, menegaskan komitmen Muhammadiyah yang selalu hadir di garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. (Red/Lis)








