SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 5 Universitas Bojonegoro (Unigoro) terus mengoptimalkan program kerja unggulannya melalui penyusunan buku Soko Cilik. Sebagai bagian dari proses penyusunannya, mahasiswa melakukan penggalian informasi sejarah di berbagai dusun yang ada di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan kepala dusun, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Penggalian informasi ini bertujuan menghimpun sejarah desa, asal-usul nama dusun, cerita rakyat, situs bersejarah, hingga potensi lokal yang dimiliki masing-masing dusun. Seluruh informasi tersebut akan disusun menjadi buku Soko Cilik sebagai dokumentasi sejarah dan identitas Desa Soko.
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan survei adalah Dusun Sumber Poh. Di dusun tersebut, mahasiswa mengunjungi dua sumber mata air bersejarah, yakni Sendang Panghuripan dan Sendang Nglinjik, yang didampingi langsung oleh Kepala Dusun Sumber Poh, Bapak Suroto.
Menurut Bapak Suroto, kedua sendang tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau.
“Dulu sumber mata air ini menjadi sumber kehidupan masyarakat dusun. Banyak warga yang datang langsung ke sendang untuk mandi, mencuci pakaian, mengambil air bersih, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya
Beliau juga menjelaskan bahwa seiring berkembangnya zaman, masyarakat mulai memanfaatkan sumur bor dan jaringan saluran air yang bersumber dari Sendang Panghuripan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah masing-masing. Meskipun aktivitas masyarakat di sekitar sendang sudah tidak seramai dahulu, keberadaan Sendang Panghuripan dan Sendang Nglinjik tetap dijaga karena memiliki nilai sejarah serta menjadi bagian dari identitas Dusun Sumber Poh.
Selain Dusun Sumber Poh, tim KKN-TK Kelompok 5 juga melakukan penggalian informasi di Dusun Guyangan, Glingseng, Sekidang, Sekonang, dan dusun-dusun lainnya di Desa Soko. Setiap dusun memiliki sejarah, cerita turun-temurun, serta tempat-tempat yang menyimpan nilai historis dan menjadi bagian dari perjalanan panjang terbentuknya Desa Soko. Keberagaman cerita tersebut menjadi kekayaan lokal yang penting untuk didokumentasikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengumpulkan data sebagai bahan penulisan buku, tetapi juga berupaya menggali memori kolektif masyarakat yang selama ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokumentasi sejarah yang lebih lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh anggota KKN-TK Kelompok 5 Universitas Bojonegoro berharap buku Soko Cilik dapat menjadi warisan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Soko. Selain menjadi dokumentasi sejarah, buku ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap desa, memperkuat identitas lokal, serta menjadi media edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal, menghargai, dan melestarikan sejarah, budaya, serta kearifan lokal yang dimiliki Desa Soko. (Lis/Red)








