Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan mengikuti acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Kedai Nostalgia, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026) malam. Acara yang berlangsung hangat tersebut dipenuhi antusiasme peserta yang ingin mengetahui lebih jauh isu pembangunan di Papua Selatan yang diangkat dalam film tersebut.
Film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale berdurasi sekitar 95 menit. Film ini menyoroti pembukaan hutan adat untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan skala besar di Papua Selatan.
Dalam film tersebut juga digambarkan bagaimana masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu menghadapi ancaman kehilangan tanah serta ruang hidup akibat ekspansi perkebunan tebu, sawit hingga proyek food estate. Kondisi itu memunculkan berbagai persoalan sosial yang memantik perhatian publik.
Tak hanya nobar, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Wartawan senior Bojonegoro, Sasmito, yang menjadi salah satu pemantik diskusi menyampaikan bahwa film tersebut memberikan ruang bagi penonton untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Menurutnya, film ini menarik karena menyajikan banyak lapisan cerita. penonton diajak berpikir kritis, mempertimbangkan berbagai sudut pandang.
“Jadi bukan sekadar melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi bagaimana memahami persoalan secara lebih utuh,” ujar Sasmito Ketua PWI Bojonegoro.
Selain itu, Sasmito juga mengingatkan, masyarakat sah sah saja untuk bersikap kritis terhadap berbagai isu sosial yang berkembang. Namun, kritik maupun informasi yang disampaikan harus tetap berdasarkan fakta dan tidak mengandung hoaks.
“Silakan menyampaikan kritik ataupun pendapat. Tapi yang paling penting informasinya harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga sekitar 22.30 WIB itu berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta membuat suasana diskusi semakin hidup. (Rif/Red)








