Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Tumpukan sampah di sisi jembatan penghubung Desa Bendo dan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan sekaligus berpotensi menimbulkan dampak ekologis, terutama saat musim hujan. Selasa (06/01/2026)
Kepala Bidang Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Syoleh Fatoni, S.STP, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan tindak lanjut di lapangan.
“Ok, nanti akan kami cek dan kami tindak lanjuti bersama teman-teman,” ujar Achmad Syoleh Fatoni saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan Whatsapp
Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana dalam mengelola sampah rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah seharusnya dimulai dari sumbernya dengan cara memilah dan mengolah sampah agar volume yang dibuang ke lingkungan dapat dikurangi.
“Sebaiknya masyarakat lebih bijaksana dalam mengelola sampah. Sampah perlu dipilah dan diolah untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang,” jelasnya.
Fatoni menambahkan, meskipun saat terjadi banjir sampah tersebut terlihat hanyut dan tidak lagi tampak di lokasi, namun hal itu bukan berarti masalah selesai. Justru, sampah yang terbawa aliran air berpotensi menimbulkan dampak lingkungan di wilayah hilir.
“Memang sampah itu akan terbawa air dan tidak terlihat lagi saat banjir, tapi dampaknya akan dirasakan di hilir,” tegasnya.
DLH Bojonegoro berharap adanya kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar sungai dan jembatan, guna mencegah pencemaran serta risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air. (Why/Red)








