Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Hitungan hari menuju Natal dan Tahun Baru 2025, kekhawatiran baru muncul di pasar-pasar tradisional kabupaten Bojonegoro, Sejumlah komoditas pangan strategis terpantau mengalami kenaikan harga yang signifikan sejak awal November, memukul daya beli masyarakat dan memberatkan usaha pedagang kecil. Kenaikan ini diperkikan akan terus meningkat saat bulan Desember menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Perkirakan kebaikan harga beberapa kebutuhan pokok pangan ini periode puncak peningkatan permintaan tinggal hanya tersisa satu bulan lagi, yang menjadi sorotan adalah kenaikan harga Bawang dan Tomat.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada bawang merah. Komoditas bumbu utama ini melonjak tajam, dari kisaran Rp40.000 per kilogram (kg) pada minggu lalu, kini rata-rata telah menyentuh Rp45.000/kg.
Tidak hanya bawang merah, harga tomat bahkan mengalami lonjakan harga hingga 100%.
Salah satu pedagang pasar di kota menyampaikan kepada SuaraBojonegoro.com, bahwa harga tomat naik drastis dari Rp7.000/kg menjadi Rp14.000/kg. Kenaikan harga tomat ini disebut-sebut dipicu oleh faktor cuaca dan musim penghujan yang mengganggu panen dan pasokan. Jum’at (7/11/2025).
Selain kedua komoditas tersebut, harga kebutuhan pokok lain juga ikut merangkak naik diantaranya adalah Bawang putih Rata-rata harga mencapai Rp34.000/kg,
Telur ayam Mencapai angka Rp30.000/kg.
“Kenaikan harga pokok ini semakin memberatkan usaha kami. Semoga pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memberikan solusi agar pedagang kecil seperti kami bisa tetap bertahan,” keluh seorang pedagang di pasar tradisional kota Bojonegoro, Suharti.
Beras dan Gula Masih Stabil
Di tengah gejolak harga bumbu dapur dan protein, terdapat kabar baik dari komoditas pangan utama. Beras dan gula dilaporkan masih stabil di pasaran menjelang akhir tahun. Stabilitas ini diharapkan dapat menjadi penahan agar inflasi menjelang libur panjang tidak melonjak terlalu tinggi.
Para pedagang kini menaruh harapan besar pada intervensi pemerintah agar kenaikan harga ini tidak berlanjut, terutama saat permintaan diprediksi semakin memuncak menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun. Pemerintah dituntut segera mengeluarkan kebijakan untuk mengamankan pasokan dan menekan laju harga agar stabilitas ekonomi di tingkat mikro tetap terjaga. (Rif/Sas)








