Upayakan Peningkatan Penjualan di Culture Site Gerabah Malo, kelompok 15 KKN TK UNIGORO Gelar Workshop Digital Marketing dan Inovasi Desain

SuaraBojonegoro.com – Culture site Gerabah Malo merupakan salah satu bagian penting dari Geopark Bojonegoro yang perlu dijaga keberlanjutannya. Potensi lokal ini tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, Kelompok 15 KKN-TK Universitas Bojonegoro menginisiasi workshop bertema digital marketing dan inovasi desain sebagai upaya untuk meningkatkan daya jual produk gerabah di era digital.

Dimas Syahputra, ketua kelompok KKN, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para perajin gerabah agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa harus meninggalkan jati diri dan nilai tradisional produk mereka.

Workshop ini menyasar langsung para perajin dan pengepul gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, dan disambut antusias oleh peserta. Antusiasme tersebut meningkat karena narasumber yang dihadirkan adalah praktisi berpengalaman, Muhammad Syarief Mufty—pemilik akun gallerycreative dengan lebih dari 10 ribu pengikut aktif di Instagram. Beliau membagikan strategi pemasaran digital yang telah terbukti berhasil, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar produk kerajinan.

Baca Juga:  Gerilya Tim PMB Unigoro Sosialisasi RPL Tipe A, Pekerja Beri Respon Positif

“Desa Rendeng dengan segudang potensi gerabahnya akan dapat menghasilkan nilai fantastis ketika dikelola secara lebih inovatif,” ujar Arief dalam sesi workshop pada Senin, 21 Juli 2025.

Menurutnya, inovasi yang dimaksud bukanlah perubahan yang menghilangkan ciri khas, tetapi bentuk pembaruan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan selera pasar saat ini.

Hal ini turut disetujui oleh Ghofur, salah satu peserta workshop, yang menyatakan pentingnya membawa sentuhan baru dalam proses produksi maupun pemasaran agar potensi gerabah Desa Rendeng tidak tenggelam di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif. (Red/Lis)