SuaraBojonegoro.com – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tidak semestinya dipandang hanya sebagai ujian untuk menentukan seorang wartawan lulus atau tidak lulus. Lebih dari itu, UKW menjadi bagian penting untuk memastikan wartawan memahami profesionalitas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan 2026 yang diselenggarakan oleh SKK Migas Jabanusa, yang diikuti sejumlah wartawan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus menjalani proses pengujian kompetensi jurnalistik. Jum’at (11/9/2026).
Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara salah satu penguji, AA Ariwibowo dari LPDS, memberikan pandangan mengenai pentingnya kompetensi wartawan dalam menjalankan profesinya.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa UKW bukan ajang untuk mencari siapa wartawan yang paling hebat. Kompetensi justru menjadi ukuran penting agar wartawan mampu menjalankan tugas sesuai standar dan etika jurnalistik.
“UKW akhirnya bukan sekadar persoalan lulus atau tidak lulus. Lebih dari itu, ujian ini menjadi ruang refleksi, sudah sejauh mana seorang wartawan memahami profesinya,” Pesan Totok Suryanto.
Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab besar karena produk jurnalistik yang dihasilkan akan dikonsumsi publik. Karena itu, proses mencari, mengolah hingga menyampaikan informasi harus dilakukan secara profesional.
Wartawan juga dituntut mampu memahami fakta, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan serta memperhatikan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.
“Untuk mengangkat kembali wajah di balik sebuah berita, ada tanggung jawab besar kepada publik,” Tambah Tim Penguji Ariwibowo dari LPDS.
UKW diharapkan tidak berhenti pada pemberian sertifikat kompetensi. Lebih jauh, proses tersebut menjadi momentum bagi wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dengan kompetensi yang semakin baik, wartawan diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, faktual dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (Sas*)








