SuaraBojonegoro.com – Wisata Air Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, menjadi salah satu geosite yang dikunjungi tim asesor internasional UNESCO dalam rangka asesmen lapangan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan pengelolaan kawasan berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, tim asesor meninjau berbagai fasilitas pendukung geosite, mulai dari papan interpretasi, jalur wisata, hingga penyampaian informasi mengenai nilai geologi dan potensi kawasan Kedung Lantung. Asesor juga berdialog dengan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan untuk melihat sejauh mana kolaborasi antar pemangku kepentingan telah berjalan dalam mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro.
Pemerintah Desa Drenges yang dipimpin Kepala Desa Yaspingi turut mendampingi proses asesmen bersama LPPM Universitas Bojonegoro (Unigoro), Kelompok KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro, serta Pokdarwis Kedung Lantung. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat tata kelola geosite sekaligus memberikan pengalaman wisata edukatif bagi para pengunjung.
Kepala Desa Drenges, Yaspingi, menyampaikan bahwa penilaian dari UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat Desa Drenges.
“Kami berharap hasil asesmen ini memberikan dampak positif bagi Kedung Lantung dan Geopark Bojonegoro. Seluruh unsur desa bersama mitra terus berkomitmen menjaga kelestarian kawasan serta meningkatkan kualitas pelayanan wisata berbasis edukasi dan konservasi,” ujarnya.
Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, melalui tim pendamping, menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya sebatas mendukung infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selama beberapa bulan terakhir, LPPM Unigoro aktif mendampingi pengembangan Geosite Kedung Lantung sebagai bagian dari penguatan Geopark Bojonegoro menuju standar UNESCO.
Pada kesempatan yang sama, Kelompok KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran asesmen, mulai dari membantu persiapan lokasi, pendampingan tamu, hingga mendokumentasikan kegiatan. Kehadiran mahasiswa menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung promosi potensi wisata Desa Drenges.
Sementara itu, Pokdarwis Kedung Lantung berperan sebagai garda terdepan dalam memperkenalkan kekayaan geologi, budaya, dan lingkungan kawasan kepada tim asesor. Melalui interpretasi yang disampaikan secara langsung, Pokdarwis menunjukkan kesiapan masyarakat lokal dalam mengelola geosite secara berkelanjutan sesuai prinsip UNESCO, yaitu mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Kunjungan tim asesor UNESCO di Kedung Lantung menjadi salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi Geopark Bojonegoro. Hasil asesmen tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan UNESCO dalam menetapkan kelayakan Geopark Bojonegoro untuk bergabung dalam jaringan UNESCO Global Geoparks, yang diharapkan mampu meningkatkan pengakuan internasional sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (Red)








