Reporter : Putut Sugiarto
SuaraBojonegoro.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.621.10, yang berlokasi di Dusun Talun Desa Blongsong Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, terlihat ramai dengan antrian. Ramainya antrian tersebut karena adanya para pembeli dengan menggunakan jerigen yang di angkut menggunakan sepeda motor. Sabtu (08/11/2025).
Suradji salah seorang pembeli dari luar daerah mengaku sangat kecewa dengan adanya praktik yang menurutnya ilegal tersebut.
“Saya mengantri sudah lama disini, kalau memang kegiatan itu tidak ilegal seharusnya diberi tempat khusus dan terpisah untuk melayani pembelian dengan jerigen, ”tutur karyawan Koperasi Simpan Pinjam yang sering melintas di wilayah tersebut.
Suradji juga menyebutkan, jika pengisian menggunakan jerigen tersebut kerap kali terjadi.
“Saya rutin pulang pergi dari Kepohbaru ke Babat Lamongan. Setiap isi BBM di SPBU ini yang terjadi demikian, apalagi menjelang maghrib, “imbuhnya.
Terpisah, warga sekitar yang namanya enggan untuk dipublikasikan, mengaku antrian di SPBU itu hampir tiap hari terjadi.
“Orang mengisi BBM dengan jerigen hampir tiap hari. Bukan hal yang aneh disini, “terangnya.
Salah satu pembeli BBM jenis pertalite tersebut juga mengaku bahwa BBM yang ia peroleh dari SPBU ini semata untuk di jual kembali dengan harga 12 ribu/ liter.
“Untuk dijual lagi, ” ujarnya.
Sedangkan informasi yang terdengar semacam ada kerjasama antara petugas pengisi BBM dengan pemilik SPBU ini. Satu jerigen pertalite ada biaya tambahan sebesar 10 ribu rupiah. Untuk solar sebesar 15 ribu sampai 20 ribu per jerigen.
Sementara salah satu petugas SPBU ketika di konfirmasi awak media, berdalih jika pembelian BBM dengan drum tersebut untuk kebutuhan petani sekitar SPBU.
“Untuk kebutuhan petani, ” ungkapnya.
Ketika disinggung berkaitan dengan surat rekomendasi untuk kebutuhan pertanian, petugas SPBU tersebut enggan menjawab. (Put/Red)








