Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bojonegoro, para kader partai serta sejumlah tokoh masyarakat, DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro, gelar Tasyakuran dan doa bersama atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Republik Indonesia ke-2 H.M. Soeharto. Penganugerahan gelar pahlawa tersebut diberika kepada Soeharto, atas jasanya kepada Indonesia sebagai Bapak Pembangunan. Minggu (16/11/25).
Ketua DPD Partai Golkar, Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menjelaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada H.M Soeharto ini mrupakan momentum refleksi bagi seluruh kader Partai Golkar. Dirinya juga menjelaskan bahwa keteladanan Soeharto telah banyak berkiprah dalam pembangunan di Indonesia.
“Karena tanpa kita jelaskan pun masyarakat sudah tahu akan kepahlawanan beliau,” katanya.
Dalam kesempatan ini Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa Golkar Bojonegoro berkomitmen menjaga tradisi keberkaryaan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ahmad Supriyanto, mengajak seluruh pengurus harian untuk memanfaatkan momentum tasyakuran ini sebagai ruang konsolidasi dan penataan arah organisasi lima tahun ke depan.
“Golkar Bojonegoro harus lebih siap, lebih tertata, dan lebih kuat sampai tingkat bawah,” ujarnya.
Seperti yang diketahui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dari berbagai daerah dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025. Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tanggal 6 November 2025, sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa luar biasa para tokoh dalam mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Bim/red).








