Sambut Bulan Syuro, Ketua SH Winongo Cabang Bojonegoro Imbau Saudara Seasuhan Jaga Kamtibmas dan Lakukan Refleksi Diri

SuaraBojonegoro.com – Menjelang datangnya bulan suci Syuro (1 Muharram), Ketua Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda Cabang Bojonegoro, Sasmito Anggoro, memberikan himbauan khusus kepada seluruh jajaran pengurus dan Saudara Seasuhan di wilayah Bojonegoro. Langkah ini diambil demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta menciptakan suasana lingkungan yang damai, aman, dan kondusif.

​Sasmito Anggoro menegaskan bahwa momentum bulan Syuro tahun ini harus dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi, spiritualitas, dan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Poin-Poin Penting Himbauan Ketua Cabang PSHW TM Bojonegoro:

  • Fokus Doa di Rumah dan Tempat Latihan: Menjelang malam satu Suro, seluruh Saudara Seasuhan diimbau untuk tidak melakukan mobilisasi massa atau konvoi di jalan raya. Kegiatan menyambut bulan Syuro diarahkan untuk diisi dengan berdoa di kediaman/rumah masing-masing, atau menggelar doa bersama secara khidmat di tempat latihan (sub-ranting/ranting) masing-masing.
  • Menjaga Kedamaian & Hindari Kegiatan Mengganggu: Dilarang keras membuat atau melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. PSHW harus menjadi pelopor terciptanya kedamaian dan kenyamanan bagi masyarakat sekitarnya.
  • Mengamalkan Ajaran Setia Hati: Saudara Seasuhan diminta untuk selalu memegang teguh, mengamalkan, dan mengimplementasikan ajaran-ajaran luhur Setia Hati (SH) dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah diturunkan dan diajarkan selama ini.
  • Berdzikir dan Introspeksi Diri: Bulan Syuro adalah momen sakral untuk berdzikir, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, serta melakukan muhasabah (introspeksi diri). Hal ini penting agar marwah sebagai “Orang SH” tetap terjaga sesuai harapan para leluhur.
Baca Juga:  Kembali, SH Winongo Ranting Bojonegoro & Dander Berbagi Di Warga Pasca Terdampak Banjir

Pesan Sakral untuk Saudara Seasuhan

​Dalam pernyataan resminya, Sasmito Anggoro juga mengingatkan kembali akan khitah dan garis perjuangan organisasi yang diwariskan oleh para pendahulu.

​”Mari kita jadikan bulan Syuro ini sebagai momentum untuk berdzikir dan melakukan introspeksi diri secara mendalam. Tujuannya adalah agar kita tetap menjadi orang SH yang sejati—seperti yang senantiasa diharapkan oleh Ki Ngabehi Suro Dwiryo selaku pendiri SH, serta yang diajarkan oleh Bapak Pengasuh kita, RH. Djimat Hendro Suwarno.”

“Eling, Kuat, Slamet.” Jangan dicoreng dengan tindakan yang merugikan orang lain.

 

​Melalui himbauan resmi ini, PSHW Tunas Muda Cabang Bojonegoro berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan aparat keamanan (TNI/Polri) dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Bojonegoro yang ayem, tentrem, dan damai selama bulan Syuro dan seterusnya. (Red*)