SAE Lapas Bojonegoro Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pembinaan Pertanian dan Peternakan bagi Warga Binaan

Reporter : Bima Rahmat 

 

SuaraBojonegoro.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai pusat kegiatan pertanian dan peternakan. Berlokasi di lahan seluas 23,7 hektare yang bertempat di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, SAE menjadi wadah pembelajaran yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

 

Di sektor peternakan, SAE Lapas Bojonegoro mengembangkan usaha peternakan yang terdiri dari 300 ekor ayam petelur dan 1.850 ekor bebek petelur. Hasil peternakan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembinaan produktif sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.

 

Selain peternakan, lahan SAE juga dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan berbagai komoditas, antara lain pepaya, jagung, cabai, singkong, dan padi. Seluruh kegiatan tersebut melibatkan warga binaan secara aktif, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Baca Juga:  Lapas Bojonegoro Berikan Remisi Khusus Natal

 

Seluruh program pembinaan kemandirian di SAE dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bojonegoro di bawah koordinasi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Suyatno, yang terus memastikan setiap program berjalan secara optimal, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa pemanfaatan SAE tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program nasional di bidang ketahanan pangan.

 

“Sarana Asimilasi dan Edukasi merupakan media pembinaan yang sangat strategis bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian dan peternakan, mereka tidak hanya mengisi masa pidana dengan kegiatan yang produktif, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Di sisi lain, program ini merupakan komitmen Lapas Bojonegoro dalam mendukung program Bapak Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan,”ujar Hari Winarca.

Baca Juga:  Ada Kamar Santri di Lapas Kelas II A Bojonegoro

 

Melalui pengembangan SAE, Lapas Bojonegoro berharap mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas pemerintah. (Bim/lis).