Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Sratu, RT 02 RW 07, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 19.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Berdasarkan keteragan, Kapolsek Baureno, AKP H. Sholeh menjelaskan jika, kejadian pertama kali diketahui oleh warga sekitar, Marjoko (36 tahun). Saat berada di dalam rumahnya, ia mendengar suara seperti kayu terbakar. Setelah keluar melihat keadaan, ia mendapati kobaran api sudah muncul di dalam rumah tetangganya, Sukiran Bin Kamaji (70 tahun).
Sempat berusaha membuka pintu rumah korban namun tidak berhasil, Marjoko kemudian berteriak meminta bantuan warga. Upaya pemadaman secara bersama-sama sempat dilakukan, namun api justru makin membesar. Nur Kholis (42 tahun), tetangga sekaligus pelapor kejadian, segera menghubungi petugas kepolisian Polsek Baureno dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro. Api baru sepenuhnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB.
“Sempt dilakukan pemadaman bersama-sama, namun api semakin membesar,” katanya.
Berdasarkan keterangan saksi lain, Basuki Rohmat (39 tahun), saat kejadian aliran listrik di wilayah tersebut sedang padam. Ia sempat bertemu korban di sebuah toko saat keduanya hendak membeli lilin. Sebelumnya, korban sempat bercerita bahwa ia membuat penerangan darurat dengan cara membakar sandal karet di dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian, terdengar kabar rumahnya terbakar.
“Yang bersangkutan membuat penerangan dari sendal yang dibakar saat listrik padam,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mencatat saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang pergi. Bangunan berukuran lebar 9 meter, panjang 10 meter, dan tinggi 5 meter ini menghadap ke arah barat dan dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang terbakar adalah bagian selatan yang ditempati korban, di mana dindingnya terbuat dari bahan kayu. Kondisi listrik yang padam saat kejadian juga terkonfirmasi, sehingga petugas menduga kuat titik awal api berasal dari pembakaran sandal karet yang dilakukan korban sebagai penerangan darurat.
“Diduga api berasal dari sendal yang dibakar,” tuturnya.
Sukiran selaku pemilik rumah tidak mengalami cedera, namun seluruh isi rumah dan sebagian bangunan di bagian selatan hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa, kerugian mencalai 100 juta,” pungkasnya. (Bim/red).








