SuaraBojonegoro.com – Komitmen Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam mendorong kemandirian desa kembali diwujudkan. Melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) 2026, Kelompok 15 resmi diterjunkan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (15/7/2026). Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan berfokus menyuntikkan inovasi pada potensi lokal yang menjadi napas ekonomi warga setempat: kerajinan anyaman bambu.
Prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Sugihwaras ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa, perangkat desa, perwakilan Camat Ngraho, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh anggota Kelompok 15.
Kepala Desa Sugihwaras, Supandi, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa. Beliau berharap momentum KKN ini menjadi ruang belajar dua arah yang positif.
“Manfaatkan masa KKN ini untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat. Jaga sikap, etika, dan komunikasi yang baik selama mengabdi di sini,” pesannya.
Di sisi lain, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 15, Nindy Calista, menegaskan bahwa pemilihan Desa Sugihwaras bukan tanpa alasan. Keberadaan perajin anyaman bambu di desa ini dinilai memiliki potensi besar yang masih bisa melejit jika disentuh dengan inovasi kekinian.
“Desa Sugihwaras punya potensi unggulan luar biasa lewat anyaman bambunya. Fokus kami adalah mendorong potensi ini melalui pemberdayaan masyarakat agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah secara ekonomi,” ungkap Nindy. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk terus menjaga nama baik almamater dan membaur harmonis dengan warga.
Apresiasi juga datang dari pihak Kecamatan Ngraho. Perwakilan Camat yang hadir mengingatkan bahwa KKN adalah panggung nyata bagi mahasiswa untuk menguji teori perkuliahan ke dalam realitas sosial.
Selain berfokus pada anyaman bambu, mahasiswa diimbau untuk Menerapkan budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) dalam berinteraksi, Menjadi motor edukasi lingkungan, khususnya terkait hemat air bersih dan Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran di tengah musim kemarau.
Sebagai simbol dimulainya babak baru pengabdian, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Nindy Calista selaku DPL. Potongan tumpeng tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Sugihwaras dan perwakilan Camat Ngraho.
Seremonial ini bukan sekadar tradisi, melainkan lambang sinergi kuat segitiga instansi—perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan—demi menyukseskan program pemberdayaan masyarakat.
Acara pembukaan ini ditutup hangat dengan sesi foto bersama, menandai kesiapan penuh Kelompok 15 KKNTK Unigoro 2026 untuk mengukir cerita perubahan dan membawa anyaman bambu Sugihwaras naik kelas. (Red/Lis)








