Kelompok KKN 16 Unigoro Petakan Potensi dan Tantangan Desa Klempun Ngraho

SuaraBojonegoro.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 16 Mahasiswa Unigoro (Universitas Bojonegoro) mulai menancapkan langkah pengabdiannya di Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Sebagai langkah awal, para mahasiswa langsung terjun ke lapangan untuk melakukan survei pemetaan potensi dan tantangan desa, Senin (01/06/2026).

Langkah proaktif ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dyah Setyaningrum, S.Si., M.Sc. Ia menegaskan bahwa memahami kondisi riil desa secara langsung adalah kunci utama sebelum merumuskan program kerja.

“Pemetaan kondisi desa secara langsung memungkinkan mahasiswa memahami potensi, kebutuhan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu, program yang dirancang nantinya bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang nyata,” ujar Dyah Setyaningrum.

Dari hasil survei awal tersebut, Kelompok KKN 16 mencatat Desa Klempun memiliki modal ekonomi yang kuat di sektor pertanian. Mayoritas warga menggantungkan hidup pada budidaya padi, jagung, dan tebu yang menjadi komoditas andalan wilayah setempat.

Baca Juga:  Partisipasi Warga Sukseskan Panen Jamur Janggel Bersama KKNTK 14 UNIGORO di Sendang Bareng

Tak hanya bertumpu pada sektor agraria, geliat ekonomi kreatif di Desa Klempun juga tergolong produktif. Masyarakat setempat aktif mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri rumahan, mulai dari produksi camilan marneng, kerajinan tas anyaman, hingga jajanan khas Bojonegoro, ledre.

Di sisi lain, desa ini juga menyimpan kekayaan sumber daya alam dan nilai budaya yang kental. Terdapat dua sendang (mata air) yang menjadi urat nadi pengairan sawah warga. Menariknya, salah satu sendang di Dusun Kayen memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi, di mana tradisi selametan sendang dan ziarah makam leluhur masih dirawat dengan baik oleh warga setiap tahunnya.

Baca Juga:  Prestasi Akademik, Influencer Digital, hingga Semangat Belajar di Usia Senja Warnai Yudisium Fakultas Hukum Unigoro Semester Genap

Namun, di balik melimpahnya potensi tersebut, para mahasiswa juga mengidentifikasi sejumlah tantangan klasik yang dihadapi warga Desa Klempun. Di antaranya adalah ancaman krisis air bersih saat musim kemarau panjang, serangan hama tikus yang kerap menurunkan produktivitas padi, serta kerawanan lingkungan di beberapa titik wilayah bantaran sungai.

Berbekal data komprehensif dari hasil pemetaan awal ini, Kelompok KKN 16 berkomitmen untuk menyusun program kerja kolaboratif yang solutif. Kehadiran para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penggerak potensi ekonomi lokal, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan lingkungan dan pertanian yang dihadapi masyarakat Desa Klempun. (Red*)