Reporter : Arum Sekar
SuaraBojonegoro.com – Kegiatan Reses Anggota DPR RI, Eko Wahyudi untuk mennyerap aspirasi Masyarakat Petani dengan tema Petani Sejahtera menuju swa sembada pangan yang bertempat di Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dalam masa reses masa sidang pertama atau kesatu 2024, yang diselenggarakan di Rumah Wiwik, Minggu (22/12/2024).
Dalam kegiatan ini menghadirkan pengurus Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang ada di 6 Desa di Kecamatan Kedungadem, diantaranya Desa Drokilo, Desa Kendung, Desa Sidorejo, Sidomulyo, Desa Tondomulo,
Serta, Pengurus Partai Golkar Kecamatan Kedungadem, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan juga tokoh petani di wilayah Kedungadem.
Dalam sambutannya Eko Wahyudi Menyampaikan bahwa persoalan pertanian selalu hadir ketika musim tanam dan saat panen, hal ini menjadikan pekerjaan kita untuk mencari solusi agar para petani tidak lagi dikeluhkan saat masa tanam yang identik dengan persoalan pupuk, dan saat panen yang dikeluhkan adalah soal harga hasil pertanian.
“Dengan kehadiran saya ini untuk mendengarkan apa yang menjadi masalah para petani di Kabupaten Bojonegoro, kemudian akan kami bawa ke lembaga Legislatif di Senayan dan dibahas untuk mendapatkan solusi yang lebih baik guna mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Papar Eko Wahyudi.
Dengan kegiatan reses dan menyerap aspirasi masyarakat ini, merupakan program di Lembaga DPR RI, yang harus dilakukan agar anggota DPR RI memahami apa yang diinginkan dan diharapkan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya Ketua DPD Partai Golkar (Golongan Karya) Hj. Mitroatin dihadapan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari 6 Desa di wilayah Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan bahwa dalam kegiatan reses ini diharapkan banyak masyarakat petani khususnya memberikan masukan dan usulan terhadap Anggota DPR RI Eko Wahyudi untuk dibawa dan disampaikan di Parlemen DPR RI.
“Mari dengan kehadiran Bapak Eko Wahyudi Selaku Anggota Komisi IV DPR RI yang kebetulan membidangi pertanian, sehingga bapak dan ibu petani silahkan menyampaikan persoalan pertanian yang ada di wilayah Kedungadem guna meningkatkan kesejahteraan para petani di Bojonegoro,” Terang Mitroatin.
Dalam kegiatan reses ini mendapatkan antusias masyarakat yang ingin menyampaikan beberapa persoalan dan aspirasi para petani di Wilayah Kecamatan Kedungadem di Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu anggota kelompok Tani Plosorejo, Abu menyampaikan aspirasi terkait harapan para petani untuk adanya JUT (Jalan Usaha Tani) karena dianggap sangat penting guna memudahkan kepentingan dan aktivitas para petani untuk bisa melakukan kegiatan baik saat membawa bibit atau membawa hasil panen agar lebih mudah dan bisa meningkatkan harga.
Sementara itu, anggota Kelompok tani lain dari Desa Drokilo, SunariĀ Juga menyampaikan keluhan hasil panen yang selalu dibeli murah oleh para tengkulak, sehingga para petani tidak sedikit yang merasa merugi ketika panen baik panen tanaman padi maupun palawija.
“Sehingga kami berharap dengan kehadiran Pak Eko Wahyudi dapat memberikan solusi bagi kami para petani untuk meningkatkan kesejahteraan,” Tanyanya.
Ketua Kelompok Tani Kendung, Mastur juga menyampaikan hal yang sama yaitu JUT untuk peningkatan memudahkan aktivitas petani.
Dari beberapa usulan dan pertanyaan masyarakat Kelompok Tani yang hadir, Eko Wahyudi menyampaikan bahwa apa yang diinginkan para petani adalah suatu hal yang memang sebuah kewajaran, karena dengan harapan adanya JUT akan sangat membantu para petani dalam melakukan kegiatannya seperti membawa hasil panen dengan mudah dan akan berdampak dengan harga jual yang lebih tinggi.
“Dengan penghasilan petani yang meningkat tentu akan mempengaruhi kebutuhan yang lain untuk lebih baik baik, pendidikan keluarga serta peningkatan gizi dan kebutuhan lain untuk kehidupan yang lebih baik,” terang Pria yang berangkat dari Fraksi Golkar Dapil IX Jatim, Bojonegoro – Tuban ini.
Harga panen yang menjadi persoalan para petani ketika memasuki masa panen, memang menjadi Maslaah bagi para petani, dan Eko Wahyudi mengatakan bahwa ada Program yang bisa membantu para petani ketika panen dengan harga yang diharapkan, sehingga pemkab Bojonegoro, Bulog dan kementrian terkait harus ada kolaborasi untuk peningkatan harga tersebut.
“Kami juga akan menyampaikan ke Kementrian terkait dan juga Pemkab Bojonegoro serta Bulog, bagaimana bisa memenuhi keinginan petani saat panen dengan harga hasil pertanian tinggi dan tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.
Urusan Pupuk juga menjadi pembahasan karena tidak sedikit para petani yang mengeluh dengan kurangnya pupuk dimasyarakat saat musim tanam tiba. Dan halbtersbeut harus ada pemahaman dan pembenahan dimasyarakat petani sendiri agar pupuk untuk persawahan tidak digunakan diwilayah hutan, agar pupuk untuk keperluan petani tidak berkurang dan sesuai RDKK.
Selain usulan langsung, Eko Wahyudi juga mencatat usulan dari para petani untuk dibawa ke Senayan guna menjadi pembahasan dan akan memperjuangkan harapan dan keinginan petani di Bojonegoro guna meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan petani. (Rum/Red)








