Rayakan Kemenangan di Balik Jeruji, Suasana Haru Selimuti Kunjungan Lebaran di Lapas Bojonegoro

Reporter : Putut Sugiharto

SuaraBojonegoro.com – Gema takbir dan nuansa Idulfitri tidak hanya milik mereka yang bebas. Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Bojonegoro, kehangatan Lebaran tetap terasa kental. Memasuki hari raya, pihak Lapas resmi membuka layanan kunjungan khusus yang menjadi ajang “pelepas rindu” bagi para warga binaan dan keluarga tercinta.

Guna mengantisipasi membludaknya pengunjung namun tetap menjaga suasana tetap kondusif, Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca, menerapkan skema kunjungan yang dibagi menjadi dua waktu utama selama empat hari berturut-turut.

Sesi pertama atau sesi pagi dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Setelah jeda istirahat, layanan dilanjutkan kembali pada sesi siang yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB. Pembagian waktu ini dilakukan agar setiap keluarga memiliki ruang yang cukup untuk berinteraksi tanpa harus berdesakan.

Baca Juga:  SKP PermenPAN-RB Nomor 6 Tahun 2022, Disosialisasikan di Lapas Bojonegoro

“Kami ingin menghadirkan nuansa Lebaran yang hangat bagi warga binaan. Namun, keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Hari Winarca, Senin (23/03/2026).

Meski penuh suasana haru di aula pertemuan, petugas tidak lantas lengah. Lapas Bojonegoro menggandeng personel dari Polres Bojonegoro untuk memperketat pengawasan. Fokus utama petugas adalah sterilisasi barang bawaan guna mencegah masuknya benda-benda terlarang.

Hanya Keluarga Inti: Kunjungan dibatasi bagi anggota keluarga yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Bawaan Terbatas: Keluarga hanya diperbolehkan membawa makanan siap santap dalam jumlah secukupnya, serta dilarang membawa pakaian atau barang lainnya.

Larangan Keras: Pengunjung dilarang keras menyelundupkan handphone, narkoba, atau barang terlarang lainnya. Selain itu, pengunjung diimbau mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.

Baca Juga:  269 Napi Lapas Kelas II A Bojonegoro Diusulkan Peroleh Remisi Kemerdekaan, 8 Diantaranya Langsung Bebas

Aula Lapas berubah menjadi saksi bisu pertemuan yang emosional. Isak tangis bahagia dan tawa pecah saat warga binaan akhirnya dapat menyantap hidangan rumah bersama anak dan istri. Pengaturan jadwal yang rapi terbukti efektif meminimalisir penumpukan massa, sehingga interaksi keluarga terasa lebih berkualitas.

Melalui layanan ini, Lapas Bojonegoro berharap momen Idulfitri dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri hingga tiba waktunya kembali ke pangkuan masyarakat. (Put/Lis)