Potensi Alam dan Kekayaan Geologi Bojonegoro Kembali Isi Ruang TV Nasional

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Upaya mengenalkan potensi alam dan kekayaan geologi Kabupaten Bojonegoro kembali mendapat ruang di televisi nasional. Program Si Bolang Trans 7 menayangkan episode bertema “Fosil Purba Tanah Begawan” pada Rabu (26/11/2025) pukul 12.00 WIB, dan menghadirkan sejumlah destinasi geowisata serta edukasi unggulan di Bojonegoro.

Beberapa lokasi yang ditampilkan antara lain Geopark Texas Wonocolo, Penangkaran Rusa Malo, Wisata Gerabah Malo, Kedung Maor Temayang, serta Museum 13 SDN Panjunan 2 Kalitidu. Seluruh destinasi tersebut menggambarkan kekayaan geologi, sejarah, dan budaya Bojonegoro yang menjadi daya tarik edukatif bagi masyarakat luas.

Program tersebut juga melibatkan siswa-siswi SDN Panjunan 2 Kalitidu seperti M. Findhy Aulia, Daffa Ahza Saputra, Ahmad Jaya Natta, Kalila Ahzahra Putri, Dinda Syafana, M. Agil, dan Azizul Rasyad. Keterlibatan mereka memperkuat konsep pembelajaran langsung di lapangan sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anang Budiantara, menyampaikan bahwa pihaknya berharap SDN Panjunan II Kecamatan Kalitidu dapat menjadi pelopor dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap warisan geologi dan kebudayaan daerah melalui pengembangan Museum 13 yang dimiliki sekolah tersebut.

“Dengan ditampilkannya kegiatan siswa di program Si Bolang, kami berharap sekolah mampu menyediakan ruang belajar yang kreatif, kolaboratif, dan berbasis riset. Hal ini dapat mendorong minat siswa berkembang menjadi karya inovatif dan edukatif, sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penayangan tersebut diharapkan menjadi kebanggaan sekaligus pendorong bagi siswa untuk terus berkarya, meneliti, dan melestarikan kekayaan alam serta sejarah Bojonegoro.

“Harapan kami, SDN Panjunan II semakin dikenal sebagai pusat edukasi yang inspiratif, menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif, peduli geopark, dan mampu menjaga kekayaan geologi daerahnya,” tambahnya.

Dengan semakin dikenalnya potensi geologi Bojonegoro melalui media nasional, sekolah dan pemerintah daerah berharap sinergi edukasi dan konservasi dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya. (Why/Red)