Reporter : Lina Nur Hidayah
SuaraBojonegoro.com – Digital marketing sangat diperlukan untuk memasarkan produk dengan jangkauan luas, berkelas dan tanpa batasan waktu.
Kemajuan teknologi diera modernisasi menjadi perhatian tersendiri bagi semua pelaku usaha, khususnya yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan serta ketrampilan dalam membuat konten yang menarik, dapat memicu minat pembeli terhadap produk yang dipasarkan oleh para pelaku usaha sekarang ini.
Menghadapi peradapan zaman teknologi, upaya pebisnis harus bijak dalam menggunakan media sosial , guna mempromosikan produk kepada para konsumen sehingga dapat menjadi kunci kesuksesan dalam menjalani usaha saat ini.
Seperti pernyataan yang disampaikan oleh noviana ika safitri, salah satu pebisnis bidang kuliner di dusun Gledegan, Desa Mojodelik , Kecamatan Gayam, Bojonegoro bahwa melalui media sosial pebisnis muda ini sangat terbantu dalam memulai usaha kuliner kue mochi yang baru digeluti dua bulan lalu.Minggu (6/10/24)
“Awalnya coba coba bikin sendiri untuk di makan sendiri, kemudian aku iseng posting di sosmed ku, lewat wa,FB dan juga tik tok. Nggak nyangka banget banyak yang nyuruh aku open PO dan alhamdulillah nya aku jadi jualan mochi sampai saat ini,” Cerita Singkat Noviana saat ditanya wartawan suarabojonegoro.com.
Dengan bantuan sosial media dan kreatifitas dalam memasarkan membuat Noviana lebih mudah memperkenalkan kue mochi kepada masyarakat luas .
Masih seputar bidang kuliner, kue mochi merupakan makanan khas Jepang yang terbuat dari beras ketan yang diolah hingga lembut.
Selain itu , dikatakan oleh Novita bahwa mochi yang ia buat memiliki keunggulan, antara lain memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, memiliki variasi warna , yang dapat menarik perhatian anak-anak maupun remaja , serta memiliki varian rasa.
“Varian rasa yang aku buat antara lain stowbery choco, muscad choco, manggo cream, stowbery cream dan juga redvelved cream,” ungkapnya
Ditambahkan pula oleh pebisnis muda ini, peminat kue mochi cenderung ke anak – anak dan harganya terjangkau mulai lima ribuan, untuk orang tua sebagian besar diwilayah kecamatan Gayam belum mengenal kue ini, karena baru familier beberapa tahun terakhir.
“Sangat membantu sekali adanya ilmu tentang digital marketing di era modern ini , karena kita bisa mengenal bagaimana berdagang dengan cara online dan kekinian,”Imbuh Novita. (Lin/red)








