Reporter : waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang dikembangkan SMAN 1 Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kembali membuahkan hasil. Kebun sekolah yang dikelola bersama oleh guru dan siswa berhasil memanen berbagai jenis sayuran, mulai dari terong, kacang, bunga kol, tomat, cabai, hingga kacang panjang. Selasa (14/07/2026).
Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan di lingkungan sekolah mampu mendukung pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperkuat edukasi ketahanan pangan bagi para siswa.
Kepala SMAN 1 Kedungadem, Edy Masrur, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Menurutnya, seluruh tanaman tumbuh dengan baik berkat perawatan yang dilakukan secara rutin oleh warga sekolah.
“Alhamdulillah, kami panen aneka sayur di kebun SIKAP SMAN 1 Kedungadem. Ada terong, kacang, bunga kol, tomat, cabai, dan kacang panjang,” kata Edy Masrur,

Program SIKAP tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa agar memahami proses bercocok tanam mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga masa panen.
“Kami ingin siswa memiliki pengalaman langsung dalam mengelola tanaman. Harapannya, mereka memahami pentingnya ketahanan pangan, mencintai lingkungan, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat di masa depan,” ujarnya.
Menurut Edy, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan karakter disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab kepada peserta didik. Seluruh proses dilakukan dengan melibatkan siswa sehingga mereka dapat belajar secara nyata di luar ruang kelas.
Ke depan, SMAN 1 Kedungadem berkomitmen terus mengembangkan Program SIKAP dengan memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan serta meningkatkan produktivitas kebun sekolah. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan pendidikan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan yang aplikatif. (Why/Red)








