Optimalkan Persiapan KKN-TK 2026 Unigoro, Kelompok 3 Desa Pejok Kedungadem Lakukan Pra-Asesmen ke Lokasi

SuaraBojonegoro.com – Langkah cepat dan taktis diambil oleh Kelompok 3 KKN-TK Universitas Bojonegoro (Unigoro). Demi memaksimalkan persiapan menjelang diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa menggelar kegiatan pra-asesmen langsung di Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (4/6/2026).

Turunnya mahasiswa ke lapangan ini menjadi fondasi krusial untuk memetakan potensi lokal sekaligus menguliti tantangan riil yang dihadapi masyarakat setempat.

Selama berada di lokasi, para mahasiswa tidak hanya melakukan observasi visual, tetapi juga membangun koordinasi intensif dengan jajaran pemerintah desa, mulai dari Kepala Desa hingga Kepala Dusun.

Dari hasil “belanja masalah” dan potensi tersebut, terungkap bahwa Desa Pejok memiliki modal ekonomi yang kuat di sektor agraria. Pertanian menjadi urat nadi utama desa dengan komoditas unggulan berupa Bawang merah, Jagung dan Padi.

Menariknya, warga setempat tidak hanya menjual hasil mentah. Masyarakat Pejok terbukti kreatif dengan memproduksi olahan bawang goreng. Produk rumahan ini dinilai memiliki prospek cerah untuk diakselerasi menjadi usaha mikro yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga:  Mahasiswa Fakultas Pertanian Unigoro Tingkatkan Pengetahuan

Di balik melimpahnya potensi pertanian, Desa Pejok masih dibayangi oleh persoalan klasik yang berulang setiap tahun, yakni krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem.

Berdasarkan identifikasi mahasiswa, kelangkaan air bersih rutin mencekik wilayah ini saat memasuki puncak musim kemarau, khususnya pada bulan Juli hingga Agustus. Selama ini, pemerintah desa harus bergantung pada proposal bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro demi menyambung kebutuhan harian warga.

Kondisi ini memantik harapan besar dari pihak pemerintah desa terhadap kehadiran kaum intelektual muda di wilayah mereka.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro di Desa Pejok. Harapannya, mahasiswa tidak hanya membantu mengembangkan potensi desa yang sudah ada, tetapi juga mampu memberikan inovasi dan solusi nyata, khususnya dalam menghadapi krisis kekeringan ini. Semoga kegiatan KKN nanti berjalan lancar dan berdampak positif bagi warga,” ungkap Bu Wo, Kepala Dusun setempat.

Baca Juga:  Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Merancang Program Kerja Tepat Sasaran

Melalui hasil pra-asesmen yang komprehensif ini, Kelompok 3 KKN-TK Unigoro kini mengantongi potret utuh Desa Pejok. Data lapangan ini akan langsung digodok menjadi cetak biru (blueprint) program kerja yang aplikatif.

Fokus utama program kerja nantinya akan diarahkan pada dua sektor krusial: pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal serta edukasi dan inovasi tata kelola sumber daya air guna meminimalisir dampak kekeringan di masa depan. (Lis/Red)