Niat Mancing Ikan, Bocah 11 Tahun di Kalitidu Meninggal Dunia Tersengat Listrik

Reporter : Moch Arifianto

 

SuaraBojonegoro.com – Suasana tenang di area persawahan Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (17/1/2025). Seorang bocah berusia 11 tahun berinisial AM, harus kehilangan nyawa setelah tersengat aliran listrik saat sedang menyalurkan hobi memancingnya.

 

 

Dari data yang dihimpun awak media ini menyebutkan bahwa peristiwa memilukan ini bermula ketika AM, warga Dusun Kedungkeris, sedang asyik memancing di kawasan rawa-rawa persawahan setempat.

 

Namun saat kail yang dilemparkan korban tidak mendarat di air, melainkan melayang tinggi dan menyangkut di kabel listrik milik PLN yang melintas di atas area persawahan.

 

Bermaksud ingin menyelamatkan alat pancingnya, korban berusaha menarik atau mengambil kail yang tersangkut tersebut. Naas, diduga kuat terdapat bagian kulit kabel yang sudah terkelupas atau terbuka di titik tersebut.

Baca Juga:  Lagi, Di Balen Seorang Warga Meninggal Akibat Tersengat Aliran Listrik 

 

Seketika, aliran listrik tegangan tinggi merambat melalui alat pancing dan menyengat tubuh mungil AM. Akibat kuatnya arus listrik, korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

 

Kapolsek Kalitidu, AKP Saefudinuri, membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa warga RT 16 RW 03 Desa Ngujo tersebut. Pihak kepolisian segera meluncur ke lokasi begitu menerima laporan untuk melakukan olah TKP dan evakuasi korban.

 

“Benar, kejadian ini murni kecelakaan saat korban memancing. Kailnya menyangkut di kabel PLN, dan diduga karena ada bagian kabel yang terkelupas, korban langsung tersengat listrik saat mencoba mengambil kail tersebut,” jelas AKP Saefudinuri saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Tragis! Hendak Menyalip, Pengendara Byson di Bojonegoro Meninggal Dunia Setelah Adu Banteng dengan L300

 

Adanya kejadian tersebut, Kapolsek Kalitidu menghimbau kepada orang tua agar tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih waspada. Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengawasi aktivitas anak-anak di luar rumah, terutama jika bermain di area yang berdekatan dengan jaringan listrik.

 

“Kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjauhkan aktivitas dari jaringan listrik tegangan tinggi agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

 

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Isak tangis menyertai kepulangan AM, seorang anak yang kini hanya meninggalkan kenangan di tepian rawa tempatnya bermain. (Rif/Sas)