SuaraBojonegoro.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) di Kecamatan Dander.
Kegiatan ini bertempat di Posko KKN-TK 04 yang berlokasi di Desa Dander, sebagai bentuk evaluasi terhadap keberjalanan program serta keselarasan antara kegiatan lapangan dengan tujuan pembelajaran akademik dan pengabdian kepada masyarakat, Kamis 31/07/2025
Tim Monev dipimpin oleh Dosen Teknik Industri, Amalia Ma’rifatul Magfiroh, S.Si., M.T., didampingi oleh anggota LPPM lainnya yang bertugas melakukan pengawasan terhadap teknis dan substansi program. Kegiatan ini juga menjadi sarana reflektif bagi mahasiswa untuk menilai capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan KKN.
Pelaksanaan Monev diawali dengan pemaparan dari Ketua KKN-TK 04 yang menjelaskan sejumlah program unggulan yang telah dan sedang dijalankan. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur sendang, pengembangan digitalisasi UMKM lokal, serta pengalokasian sistem pengelolaan sampah desa. Dalam laporannya, tim KKN juga menyampaikan capaian sementara yang telah diraih, serta sejumlah kendala teknis seperti terbatasnya akses fasilitas pendukung dan partisipasi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.
Pada sesi evaluasi, Amalia Ma’rifatul Magfiroh menyampaikan apresiasi atas upaya dan progres yang telah dicapai oleh tim KKN-TK 04. Beliau juga memberikan beberapa catatan penting untuk peningkatan kualitas kegiatan.
“Monev ini bukan sekadar proses penilaian administratif, namun juga bagian dari proses pembelajaran kolektif antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Ini menjadi ruang dialog akademik yang berorientasi pada solusi,” tuturnya.
Diskusi interaktif antara tim KKN dan LPPM menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Dalam forum tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus menerima masukan dan arahan dari tim Monev. LPPM juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan Monev ini, LPPM berharap pelaksanaan KKN dapat berjalan secara lebih adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Evaluasi yang dilakukan secara sistematis ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memastikan bahwa program KKN tidak hanya menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat desa sasaran.
Sebagai penutup kegiatan, LPPM memberikan sejumlah rekomendasi penguatan, antara lain: peningkatan dokumentasi kegiatan, publikasi hasil pengabdian, serta pengembangan kemitraan strategis dengan elemen lokal.
Tim KKN-TK 04 pun menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh program kerja tepat waktu, dengan tetap menjaga kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, tanggung jawab akademik, dan kepedulian sosial, Universitas Bojonegoro terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berjiwa pengabdi, siap menghadapi tantangan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. (Red/Lis)







