SuaraBojonegoro.com – Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni senantiasa menjadi momentum refleksi mendalam. Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan momen sakral ini untuk meneguhkan kembali komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam budaya kerja dan pelayanan publik.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantah, Sumarlin, S.ST., M.H.
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia
Dalam amanatnya, Sumarlin menyampaikan pesan kuat yang selaras dengan tema peringatan tahun ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Beliau menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks sejarah, melainkan “bintang penuntun” (leitstar) yang hidup dan harus menjiwai setiap gerak gerik aparatur negara.
“Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa yang terbukti mampu mempersatukan keberagaman Indonesia. Bagi kita di lingkungan Kementerian ATR/BPN, perwujudan nyata Pancasila adalah dengan menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, berintegritas, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Sumarlin dalam arahannya.
Gotong Royong Mewujudkan Pelayanan Berintegritas
Melalui momentum ini, seluruh jajaran pegawai Kantah Bojonegoro diajak untuk terus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi. Tiga pilar ini dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan pertanahan di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan semangat Pancasila, Kantah Bojonegoro berkomitmen untuk:
Profesional: Memberikan kepastian hukum hak atas tanah secara cepat dan akurat.
Berintegritas: Menolak segala bentuk praktik yang melanggar hukum demi pelayanan yang bersih.
Berorientasi Masyarakat: Menempatkan kepuasan dan kebutuhan warga Bojonegoro sebagai prioritas utama.
Selamat Hari Lahir Pancasila! Mari kita jaga persatuan, perkokoh gotong royong, dan bumi hanguskan ego sektoral demi kemajuan bangsa. (Red)








