SuaraBojonegoro.com — Bagi anak-anak yang tumbuh besar di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, deru mesin dan megahnya fasilitas produksi minyak dan gas bumi (migas) Blok Cepu bukan lagi pemandangan asing. Saban hari, mereka menyaksikan para pekerja berompi keselamatan dan helm proyek lalu-lalang di Lapangan Banyu Urip yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pertamina EP Cepu.
Visualisasi ketangguhan para pekerja industri hulu migas itu rupanya membekas kuat di benak para siswa, tak terkecuali bagi 10 lulusan baru dari SD Negeri Katur 2. Berada di wilayah Ring 1 operasional migas nasional, anak-anak ini menyimpan mimpi besar: suatu hari nanti, mereka ingin kembali ke tanah kelahiran sebagai tenaga ahli di industri tersebut.
Inspirasi dari Balik Pagar Proyek
Asa para putra daerah ini bukan sekadar angan-angan kosong. Bagi mereka, keberadaan industri skala internasional di halaman rumah sendiri harus menjadi batu loncatan untuk merajut masa depan yang lebih mapan.
Sudewi, salah satu orang tua siswa yang baru saja menghadiri prosesi kelulusan anaknya, menceritakan bagaimana atmosfer industri migas di lingkungan sekitar telah membentuk karakter dan cita-cita anak-anak di Desa Katur sejak dini.
“Sebagai orang tua, kami tentu sangat mendukung dan merestui cita-cita mereka. Anak-anak di sini sering melihat langsung bagaimana para pekerja migas bertugas. Itu menjadi motivasi kuat bagi mereka. Kami hanya berharap kehidupan mereka kelak bisa jauh lebih baik dan sukses,” ujar Sudewi saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Menurut Sudewi, mimpi bekerja di sektor migas menjadi pemicu semangat belajar yang positif bagi anak-anak. Mereka sadar, untuk bisa menembus industri dengan standar keamanan dan kompetensi yang ketat seperti EMCL atau kontraktor di bawahnya, dibutuhkan pendidikan yang mumpuni.
Pada tahun kelulusan ini, terdapat sebanyak 10 siswa SDN Katur 2 yang telah resmi dilepas oleh pihak sekolah. Untuk mengejar cita-cita besar tersebut, mereka kini bersiap melanjutkan pendidikan ke beberapa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah sekitar, seperti di Kecamatan Gayam, Kalitidu, dan Padangan. Langkah ini menjadi fondasi awal dalam orientasi jangka panjang mereka untuk melayakkan diri sebagai tenaga kerja lokal dan putra daerah yang kompeten di Blok Cepu.
Jembatan Pendidikan Menuju Blok Cepu
Pihak sekolah kini telah resmi melepas ke-10 siswa lulusan tahun ajaran ini. Guna mengejar cita-cita besar tersebut, mereka kini bersiap melanjutkan langkah ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang tersebar di beberapa kecamatan tetangga.
Langkah kaki mereka ke bangku SMP dipandang sebagai fondasi awal dari perjalanan panjang. Selepas SMP, mereka berkomitmen untuk terus mengawal pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan teknik, bahkan hingga perguruan tinggi, demi memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan industri global.
Harapan yang disuarakan para lulusan dari SDN Katur 2 ini menjadi pengingat penting bagi para pemangku kepentingan di sektor migas. Bahwa di balik megahnya produksi ribuan barel minyak per hari dari bumi Bojonegoro, ada generasi muda lokal yang sedang berjuang melayakkan diri agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. (Rif/Sas)








