Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bojonegoro dikemas dengan cara berbeda. Polres Bojonegoro menggelar Mancing Kamtibmas bersama berbagai elemen masyarakat di Kolam Pemancingan MCM, Jalan Pemuda, Kecamatan Bojonegoro, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda, Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) Wahyu Subakdiono, Ketua PWI Bojonegoro Sasmito Anggoro, jajaran pejabat utama Polres Bojonegoro, komunitas ojek online, insan pers, mahasiswa, perwakilan perguruan silat, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan. Kapolres AKBP Yenni Diarty dan Wakil Bupati Nurul Azizah bahkan turut turun langsung ke tepi kolam dan memancing bersama peserta.
Momen tersebut menjadi ruang komunikasi yang lebih cair antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, komunitas, dan masyarakat. Tidak sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kedekatan sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty mengatakan, terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, media, hingga masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga kamtibmas.
“Seperti memancing, menjaga keamanan juga membutuhkan kesabaran, ketenangan dan kejelian dalam membaca situasi. Bedanya, kalau memancing kita berharap umpan segera disambar, sedangkan dalam menjaga keamanan kita berharap semuanya berjalan tenang dan damai,” ujar AKBP Yenni Diarty.
Ia menegaskan, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan keamanan. Komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat harus terus dibangun agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
Melalui Mancing Kamtibmas, Polres Bojonegoro berharap kedekatan dan sinergi yang terbangun dapat terus dipelihara. Kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, insan pers, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Bojonegoro yang aman, damai, guyub, dan kondusif. (Rif/Lis)








