Mahasiswa KKN-TK Unigoro Kelompok 19 Edukasi Pemilahan Sampah di Empat SD Desa Turi, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kelompok 19 menggelar edukasi pemilahan sampah bagi siswa sekolah dasar di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.

Edukasi dilaksanakan secara serentak di empat sekolah, yakni SDN Turi 1, SDN Turi 2, SDN Turi 3, dan SDN Turi 4. Untuk menjangkau seluruh peserta, mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 dibagi ke masing-masing sekolah agar penyampaian materi dapat berlangsung lebih efektif.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik, sekaligus menjelaskan pentingnya memilah sampah sebelum dibuang. Pemahaman ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik pada anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga:  Mahasiswa KKNTK 03 Desa Pejok Gelar Senam Pagi Bersama Warga untuk Mendorong Gaya Hidup Sehat

Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas dengan metode praktik langsung. Para siswa diajak mengikuti permainan edukatif menggunakan papan pemilahan sampah. Mereka diminta menempatkan gambar berbagai jenis sampah ke dalam kategori yang tepat, yaitu sampah organik pada papan berwarna hijau dan sampah anorganik pada papan berwarna kuning.

Suasana belajar pun berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, berlomba-lomba menjawab pertanyaan dan mencocokkan gambar sampah sesuai kategorinya. Metode pembelajaran interaktif ini membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro berharap edukasi sederhana tentang pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kebiasaan memilah sampah sejak dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, serta menjadi budaya positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Lis/Red)