SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa KKN-TK Kelompok 13 Universitas Bojonegoro memetakan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro sebagai langkah awal memperkuat branding dan promosi produk lokal.. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi UMKM sekaligus menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Senin (21/7/2026).
Dua UMKM yang menjadi lokasi pendampingan yakni Keripik Pisang Tiga Putri serta Keripik Singkong dan Pisang Sekar Lintang. Melalui wawancara dengan pemilik usaha, mahasiswa menggali informasi mengenai profil usaha, proses produksi, pemasaran, serta peluang pengembangan yang dapat didukung selama pelaksanaan KKN.
Pada Keripik Pisang Tiga Putri, tim KKN Kelompok 13 akan memberikan pendampingan berupa penyempurnaan logo produk, pembuatan banner usaha, pendaftaran lokasi di Google Maps, pembuatan akun media sosial, serta penyusunan konten promosi digital untuk memperkuat branding dan memperluas jangkauan pemasaran.
Sementara itu, UMKM Sekar Lintang yang telah berdiri sejak 2016 memanfaatkan singkong lokal Desa Bobol sebagai bahan baku utama. Menurut pemilik usaha, produknya telah dipasarkan hingga Singapura dan beberapa negara di Afrika dalam skala terbatas. UMKM tersebut juga pernah memperoleh pendampingan dari Kementerian Perdagangan serta pembinaan dari instansi terkait. Pada UMKM ini, mahasiswa akan mendukung promosi digital melalui publikasi produk dan pembuatan konten promosi agar produk unggulan Desa Bobol semakin dikenal masyarakat.
Ketua KKN-TK Kelompok 13 Universitas Bojonegoro mengatakan bahwa pemetaan potensi UMKM menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja yang tepat sasaran. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kolaborasi dengan pelaku UMKM agar pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Harapannya, program yang kami laksanakan dapat membantu memperkuat branding dan promosi produk sehingga potensi UMKM Desa Bobol semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan pemetaan ini, mahasiswa KKN-TK Kelompok 13 Universitas Bojonegoro akan melanjutkan program pendampingan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Diharapkan kolaborasi tersebut mampu memperkuat daya saing, branding, dan promosi produk unggulan Desa Bobol sehingga semakin dikenal masyarakat melalui pemasaran digital maupun pasar yang lebih luas. (Lis/Red)








