SuaraBojonegoro.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 07 dari Universitas Bojonegoro sukses menggelar sosialisasi terpadu di Desa Sambongrejo dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisatadan Dinas Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi geowisata dan sektor pertanian desa sebagai pilar ekonomi baru yang berkelanjutan. Selasa (12/8/2025).
Dalam acara yang dihadiri oleh puluhan warga desa, sosialisasi dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama, yang dipandu oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata, membahas strategi pengembangan geowisata. Narasumber menekankan pentingnya identifikasi dan pemetaan potensi geologi lokal, Geosite Watu Gandul serta cara mengelola destinasi wisata secara profesional, termasuk aspek promosi dan pelayanan.
“Desa ini punya warisan geologi yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, geowisata bisa menjadi magnet baru yang mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi warga,” ungkap Desi Pertamawati S.par dari dinas pariwisata.
Selanjutnya, di sesi kedua, perwakilan dari Dinas Pertanian memberikan materi tentang inovasi pertanian. Mereka memaparkan berbagai teknik pertanian modern, pengolahan hasil panen untuk menciptakan produk bernilai tambah, dan strategi pemasaran produk pertanian yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Tujuannya adalah agar petani tidak hanya menjual hasil mentah, tetapi juga produk olahan yang bisa menjadi oleh-oleh khas geowisata desa.
“Kita bisa menciptakan paket wisata edukasi, di mana wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan geosite, tapi juga belajar bertani dan membeli produk hasil olahan petani. Sektor pariwisata dan pertanian bisa saling menguntungkan,” jelas Abdul Manan dari dinas pertanian kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa KKN untuk menjembatani masyarakat desa dengan pemerintah daerah. Dengan kehadiran narasumber ahli, warga desa kini memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan panduan praktis untuk mengembangkan potensi lokal. Diharapkan, kolaborasi ini dapat menjadi fondasi bagi Desa Sambongrejo untuk menjadi desa wisata mandiri yang berdaya saing. (Red/Lis)








