Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu dan AKP Bantu Pasutri Gangguan Fisik Lanjut Usia

Reporter : Bima Rahmat 

SuaraBojonegoro.com – Komunitas Ojek Online (Ojol) Bojonegoro Bersatu salurkan bantuan kepda pasangan sumai istri lanjut usia yang tinggal di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dari pantauan rombongan Ojol Bojonegoro mendatangi pasutri renta dengan kondisi serba terbatas. Adapun kondisi ke duanya kakek, nenek tersebut mengalami ganguan fisik yakni sang nenek mengalmi gangguan penglihatan dan si kakek mengalami patah tulang pada lengan kanan. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari pasangan tersebut semakin terbatas. Jumat (11/09/26).

 

Dari keterangannya cedera pada lengan kanan sang suami sebelumnya telah mendapatkan penanganan. Namun, tulang tersebut tidak tersambung sebagaimana mestinya hingga kini lengannya masih menggunakan kain penahan untuk menjaga posisi tangan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ojol Bojonegoro Bersatu bersama para pihak yang terlibat menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan pokok. Bantuan itu antara lain 50 kilogram beras, mi instan, minyak goreng, sejumlah paket sembako lainnya, serta uang tunai.

 

Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, yang akrab disapa Wio, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari inisiatif sejumlah rekan driver ojol yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

 

Menurutnya, para driver ojol selama ini juga kerap menerima berbagai bentuk kebaikan dari masyarakat, termasuk nasi bungkus. Dari situlah muncul keinginan untuk meneruskan kebaikan tersebut kepada orang lain.

Baca Juga:  Dari 16 Warga Kepohkidul Terpapar Covid 19 Hanya 1 Yang Dapat Bantuan, Polsek Kedungadem Bantu 15 Lainnya

 

“Di setiap Jumat kita sebenarnya juga sudah melakukan pembagian nasi kotak untuk pengguna jalan. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tapi ada niatan untuk berbagi. Maklumlah, dana dari patungan rekan-rekan,” katanya.

 

Ia menegaskan, kegiatan berbagi tersebut bukan semata-mata mengenai seberapa besar bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian dan upaya komunitas ojol untuk hadir di tengah masyarakat.

 

Wio juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu sehingga kegiatan Jumat Berkah tersebut dapat terlaksana.

 

“Terima kasih kepada donatur. Semoga amal baik panjenengan semua mendapatkan beribu balasan kebaikan dari Allah SWT,” pungkasnya.

 

Sementara itu, anggota komunitas Aktivis Ketahanan Pangan (AKP), Bima Rahmat, mengatakan pihaknya akan berupaya menyampaikan keberadaan pasangan suami istri tersebut kepada pemerintah daerah maupun dinas terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang adanya perhatian dan penanganan sesuai dengan kondisi serta ketentuan yang berlaku.

 

“Kita coba komunikasikan dengan Pemkab ataupun dinas terkait,” ujar Bima.

Baca Juga:  Polres Bojonegoro Salurkan Bansos Dari Sekretaris Presiden RI Untuk Warga Terdampak Covid-19 Dan PPKM Darurat

 

Namun, Bima menjelaskan terdapat persoalan terkait status lahan yang ditempati pasangan tersebut. Menurutnya, lokasi tempat tinggal pasutri itu bukan merupakan tanah dengan status hak milik (SHM), sehingga untuk program tertentu seperti bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) perlu mempertimbangkan aspek legalitas lahannya.

 

“Kalau untuk program bedah rumah atau RTLH tentu tidak bisa, karena tanah yang ditempati adalah tanah bukan SHM, tanah Solo Valley,” jelasnya.

 

Meski demikian, kondisi tersebut tidak lantas menutup ruang bagi kepedulian sosial. Bima berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat melihat kondisi pasangan tersebut dan mencari bentuk bantuan yang memungkinkan sesuai aturan.

 

Kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan Ojol Bojonegoro Bersatu bersama komunitas wartawan dan AKP ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari siapa saja.

 

Di tengah kesibukan para driver yang setiap hari berada di jalan untuk mencari nafkah, masih ada ruang untuk berhenti sejenak, melihat kondisi di sekitar, dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari jalan, untuk sesama. Dari kepedulian, lahir kebaikan. (Bim/red).