SuaraBojonegoro.com — KKN-TK Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 02 melaksanakan program kerja pendamping berupa Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri Tondomulo I, SD Negeri Tondomulo II, dan SD Negeri Tondomulo IV pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta menanamkan pentingnya sikap saling menghargai, menghormati, dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama teman. Rabu (12/8/2016).
Kegiatan sosialisasi disampaikan secara langsung kepada para siswa dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Mahasiswa KKN-TK Kelompok 02 memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan apabila siswa mengalami atau melihat tindakan bullying. Siswa juga diajak untuk memahami bahwa candaan yang dilakukan secara berlebihan hingga membuat orang lain merasa takut, sedih, atau tidak nyaman dapat menjadi salah satu bentuk perilaku yang perlu dihindari.
Selain memberikan materi, mahasiswa juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi dengan teman. Sikap saling menghargai, tidak mengejek kekurangan teman, tidak melakukan kekerasan, serta berani melapor kepada orang dewasa ketika mengalami atau melihat bullying menjadi beberapa pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Dengan penyampaian yang interaktif, siswa diharapkan lebih mudah memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan positif dari pihak sekolah. Para guru memberikan apresiasi terhadap adanya kegiatan sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 02. Salah satu guru menyampaikan bahwa edukasi mengenai bullying penting diberikan kepada siswa sejak usia sekolah dasar.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini. Mereka perlu mengetahui mana perilaku yang dapat menyakiti teman dan bagaimana cara bersikap yang baik kepada sesama,” ujar salah satu guru di SD Negeri Tondomulo.
Guru lainnya juga menyampaikan harapan agar pesan yang diberikan melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap setelah mendapatkan sosialisasi ini, anak-anak bisa lebih memahami pentingnya saling menghargai dan tidak melakukan perundungan terhadap teman. Hal sederhana seperti tidak mengejek dan saling membantu juga perlu dibiasakan sejak dini,” ungkap salah satu guru.
Dukungan dari pihak sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program kerja pendamping ini. Meskipun kegiatan sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa kepada siswa, perhatian dan respons positif dari para guru menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak.
Melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri Tondomulo I, II, dan IV, KKN-TK UNIGORO Kelompok 02 berharap siswa dapat lebih memahami dampak dari perilaku perundungan serta mampu menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari bullying di Desa Tondomulo. (Red)








