SuaraBojonegoro.com — Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 5 Universitas Bojonegoro (Unigoro). Mengendus besarnya potensi lahan di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mereka meluncurkan program inovasi pertanian modern bertajuk ALPUKATRIK (Alpukat Produktif Berbasis Drip Irigasi untuk Ketahanan Ekonomi), Jumat (17/7/2026).
Program ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak baru ekonomi warga setempat dengan memanfaatkan kawasan strategis di sekitar destinasi wisata Sumber Ubalan dan Goa Gondhel.
Sentuhan Teknologi di Lahan Kering
Bukan sekadar menanam pohon biasa, tim KKN Unigoro membawa sentuhan teknologi drip irrigation atau irigasi tetes ke perkebunan alpukat warga. Sistem ini dirancang khusus menggunakan jaringan pipa yang mengalirkan air secara presisi langsung ke pusat perakaran tanaman.
Metode ini dinilai menjadi jawaban jitu atas tantangan ketersediaan air. Selain sangat hemat air, sistem irigasi tetes memastikan asupan nutrisi tanaman selalu terpenuhi secara konstan, sehingga pohon alpukat dapat tumbuh lebih cepat dan optimal.
“Program ALPUKATRIK ini didesain jangka panjang. Kami ingin memberikan solusi pertanian yang ramah lingkungan namun memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Soko,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa Kelompok 5 Unigoro.
Bakal Disulap Jadi Agrowisata Petik Buah
Desa Soko yang sudah dikenal dengan keindahan Sumber Ubalan dan Goa Gondhel, kini bersiap naik kelas. Kawasan budidaya alpukat berbasis teknologi ini nantinya tidak hanya diproyeksikan sebagai lahan produksi, melainkan bakal disulap menjadi kawasan Agrowisata Petik Buah Alpukat.
Integrasi antara sektor pertanian modern (smart agriculture) dan sektor pariwisata (ecotourism) ini diharapkan mampu menarik gelombang wisatawan lebih besar, yang otomatis akan mendongkrak pendapatan asli desa serta membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Dukungan Penuh Pemerintah Desa
Inovasi yang dibawa oleh para akademisi muda ini pun disambut hangat oleh pemerintah desa setempat. Pak Bayan Desa Soko mengungkapkan rasa terima kasih dan menaruh harapan besar pada keberlanjutan program ALPUKATRIK ini.
“Semoga program ini ke depannya terus berjalan dan memberikan manfaat nyata secara ekonomi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Soko,” tutur Pak Bayan optimistis.
Melalui sinergi apik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program ALPUKATRIK menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan sumber daya di desa bukanlah penghalang, melainkan peluang emas jika dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat. (Red)








