KKN-TK Kelompok 05 Unigoro Resmi Berakhir, Tinggalkan Program Pemberdayaan untuk Warga Desa Soko

SuaraBojonegoro.com – Rangkaian pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 05 Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, resmi berakhir. Penutupan kegiatan menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan bersama pemerintah desa, masyarakat, dan pihak sekolah.

Selama berada di Desa Soko, mahasiswa KKN-TK Kelompok 05 tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui sejumlah program yang menyentuh bidang ekonomi, lingkungan, edukasi, pemetaan, hingga kesiapsiagaan kebencanaan.

Salah satu program unggulan yang digagas adalah ALPUKATRIK (Alpukat Produktif Berbasis Drip Irigasi untuk Ketahanan Ekonomi). Program ini memanfaatkan lahan melalui budidaya alpukat dengan sistem irigasi tetes. Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat Desa Soko.

Di sektor pemberdayaan ekonomi dan lingkungan, mahasiswa memberikan pelatihan pemanfaatan limbah usaha mebel berupa grajen sebagai media budidaya jamur tiram. Agar tidak berhenti pada pelatihan, mahasiswa juga melakukan pendampingan secara door to door ke rumah warga sehingga masyarakat dapat mempraktikkan langsung teknik budidaya tersebut.

Potensi limbah lainnya juga mendapat perhatian. Bonggol jagung yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal diperkenalkan untuk diolah menjadi briket. Program ini menjadi bagian dari edukasi pemanfaatan limbah agar memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN-TK 19 Universitas Bojonegoro Hadirkan Pojok Literasi di Desa Turi, Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Sementara itu, dalam bidang pemetaan dan pengembangan desa, mahasiswa melakukan pendataan berbagai potensi Desa Soko, mulai dari keanekaragaman hayati, informasi sejarah, hingga kesiapsiagaan kebencanaan. Data tersebut dilengkapi dengan titik koordinat sebagai bagian dari upaya memperkuat informasi dan dokumentasi potensi desa.

Program edukasi juga dikemas secara menarik melalui Jejak Soko Cilik, sebuah buku yang mengangkat sejarah, asal-usul dusun, tradisi, serta berbagai potensi Desa Soko. Buku tersebut disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar sekaligus menjadi sarana mengenalkan identitas dan potensi desa kepada generasi muda.

Selain itu, mahasiswa turut menggelar kegiatan ecoprint, sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta Gerakan Pemilahan Sampah (GPS). Berbagai kegiatan tersebut menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan perilaku hidup bersih sejak dini.

Dalam kegiatan penutupan, mahasiswa juga memutar video dokumenter yang merekam perjalanan KKN-TK Kelompok 05 selama berada di Desa Soko. Tayangan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus dokumentasi perjalanan pengabdian mahasiswa bersama masyarakat.

Kepala Desa Soko, Mohammad Johan Hariyoko, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKN-TK.

“Terima kasih telah datang ke Desa Soko dan membawa berbagai program sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami juga berterima kasih karena telah membantu berbagai kegiatan di desa. Kami mohon maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kesalahan dari pihak desa. Semoga selama di Soko mendapatkan pengalaman yang bermanfaat, terus sukses, dan silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Jadi Rujukan Akreditasi, Dua PT dan SMAN 1 Soko Benchlearning di Perpustakaan Unigoro

Sementara itu, Ketua KKN-TK Kelompok 05, Dimas Surya Atmaja, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Soko, masyarakat, pihak sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan.

“Kami mewakili seluruh teman-teman juga memohon maaf apabila selama kegiatan terdapat kekurangan maupun hal yang kurang berkenan. Kami berharap berbagai program yang telah kami laksanakan, baik dalam pemberdayaan masyarakat, edukasi, lingkungan, maupun pemanfaatan potensi desa, dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkap Dimas.

Untuk memastikan program tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus, Kelompok 05 juga melakukan sosialisasi pemanfaatan hasil program kerja kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk melanjutkan dan mengembangkan berbagai program sesuai kebutuhan serta potensi Desa Soko.

Dengan berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, KKN-TK Kelompok 05 Unigoro di Desa Soko resmi ditutup. Namun, berbagai program yang telah ditanamkan diharapkan tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa, KKN-TK menjadi akhir dari sebuah perjalanan pengabdian. Bagi masyarakat Desa Soko, program-program tersebut diharapkan menjadi awal dari keberlanjutan perubahan dan pemberdayaan desa. (Red/Lis)