Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Kerusakan jalan nasional Bojonegoro yang dibeberpa titik di wilayah Kalitidu yang menghubungkan Bojonegoro menuju Padangan lalu ke arah Cepu dan Ngawi, sangat rawan sekaliĀ bagi para pengendara roda 2 dan 4 yang tidak tahu kondisi wilayah jalur jalan nasional tersebut dan kini kembali menjadi sorotan warga.
Dari pantauan awak media SuaraBojonegoro.com, Jalan yang lama telah mengalami kerusakan itu hingga kini hanya mendapat perbaikan berupa tambal sulam dengan aspal. Namun, upaya tersebut dinilai tidak memberikan hasil yang signifikan, dan menjadi tidak rata serta aspal yang digunakan menambal jalan justru ikut rusak dan pecah.
Alih-alih membaik, retakan pada badan jalan justru semakin memanjang dan melebar. Tambalan aspal yang diaplikasikan ke jalan cor beton di beberapa titik kini mulai terkelupas dan kembali menciptakan permukaan jalan yang tidak rata.
Hal ini membuat para pengendara, khususnya roda dua, harus lebih waspada saat melintas karena rawan tergelincir dan rawan oleng di karenakan jalan yang di tidak rata karena retakan dan tambalan aspal yang bergelombang.
“Saya khawatir, terutama saat melintas pada malam hari. Minimnya penerangan jalan ditambah kondisi jalan yang rusak memperbesar potensi kecelakaan. Saya berharap pemerintah pusat selaku penanggung jawab jalan nasional segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara,” ucap Sugiarto salah satu warga Dander yang melintas jalan tersebut, Jum’at (14/11/2025).
Masyarakat menilai perbaikan menyeluruh sangat mendesak dilakukan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antar wilayah dan memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.
Semakin lamanya kerusakan tanpa penanganan yang tepat dikhawatirkan berdampak pada keselamatan bagi para pengedara dan sejumlah titik jalan malah semakin bergelombang dan membahayakan pengguna jalan.
Salah satu pengendara yang sering melintas jalur tersebut juga mengatakan bahwa kondisi kerusakan jalan nasional ini menyebabkan kendaraan tidak nyaman karena gelombang dan retakan aspal, “semoga pemerintah segera memberikan solusi atas kerusakan jalan nasional ini,” Ungkap Setiawan. (Rif/Red)








