SuaraBojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyelesaikan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui program pembebasan denda. Program yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026 itu berlaku untuk tunggakan pajak tahun 2013 hingga 2025.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Yusnita Liasari, mengatakan program pembebasan denda tersebut telah dimanfaatkan masyarakat. Hingga 28 September 2026, tercatat 1.922 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) telah dibayarkan dengan total nilai tagihan Rp181,016 juta.
“Terhitung sejak 1 Agustus sampai 28 September 2026, sudah sebanyak 1.922 SPPT terbayar dengan total tagihan Rp181,016 juta,” ujar Yusnita.
Program pembebasan denda diberikan kepada seluruh wajib pajak yang masih memiliki tunggakan PBB-P2 tahun pajak 2013–2025. Untuk memanfaatkan program tersebut, masyarakat cukup menyiapkan Nomor Objek Pajak (NOP) yang tercantum dalam SPPT.
Pembayaran tunggakan dapat dilakukan melalui sejumlah kanal pembayaran, antara lain Bank Jatim, BNI, Kantor Pos, Alfamart, Blibli, GoPay, Tokopedia, Shopee, DANA, OVO, dan QRIS.
Yusnita menjelaskan, total tunggakan PBB-P2 periode 2013–2025 per 1 Januari 2026 mencapai Rp9,343 miliar. Hingga 28 September 2026, pembayaran tunggakan telah mencapai Rp1,074 miliar.
Dengan demikian, masih terdapat tunggakan sekitar Rp8,268 miliar yang perlu diselesaikan wajib pajak.
“Program pembebasan denda ini kami harapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya,” katanya.
Pembebasan denda PBB-P2 tersebut berlaku hingga 20 Oktober 2026. Bapenda mengimbau masyarakat yang masih memiliki tunggakan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebelum masa pembebasan denda berakhir.
Selain membantu masyarakat menyelesaikan kewajiban pajak, pembayaran PBB-P2 juga menjadi bagian dari kontribusi masyarakat terhadap pendapatan daerah yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
“Mari bersama berpartisipasi dan bergotong royong untuk membangun Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” pungkas Yusnita. (Lis/Red)








