SuaraBojonegoro.com – Kabar baik datang bagi petani tembakau di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Di tengah musim panen raya tembakau, harga tembakau rajang kering di wilayah tersebut mulai menunjukkan tren positif dan berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi ini berbeda dengan harga tembakau rajang kering di sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Sumberrejo, yang saat ini disebut belum setinggi harga di Kepohbaru.
Harga tersebut merupakan hasil penjualan tembakau rajang kering yang berasal dari petikan daun tembakau kedua. Kualitas daun menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga di tingkat petani.
Supri, salah seorang warga Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, mengatakan harga tembakau rajang saat ini cukup menggembirakan. Menurutnya, kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani di wilayah tersebut turut mendukung harga jual.
“Harga tembakau rajang ini sudah bagus, Mas, karena kualitas tembakau petani kami juga bagus,” kata Supri, Sabtu (8/8/2026).
Ia menjelaskan, pada petikan kedua, daun tembakau yang dipanen dipilih berdasarkan tingkat kematangan. Setelah itu, daun dirajang sesuai dengan permintaan pasar agar menghasilkan tembakau dengan kualitas yang lebih baik.
Proses tersebut menjadi perhatian petani karena tingkat kematangan daun dan kualitas hasil rajangan turut menentukan harga yang ditawarkan oleh tengkulak atau pembeli.
“Petikan kedua ini memang dirajang sesuai permintaan pasar. Daunnya juga dipilih yang tingkat kematangannya pas, sehingga saat dirajang bisa menghasilkan kualitas yang baik,” ujarnya.
Selain kualitas daun, kondisi cuaca juga dinilai turut memberikan keuntungan bagi petani. Musim kemarau tahun ini yang relatif minim hujan membuat proses pematangan dan pengeringan daun tembakau berjalan lebih optimal.
Menurut Supri, kondisi cuaca yang kering membuat kualitas tembakau lebih terjaga sehingga hasil rajangan dapat memenuhi standar yang diinginkan pasar.
Ia berharap harga tembakau terus mengalami kenaikan seiring berlanjutnya masa panen. Sebab, setelah petikan kedua, tanaman tembakau masih akan memasuki petikan berikutnya hingga petikan kelima.
“Harapannya harga bisa terus naik pada petikan ketiga sampai kelima. Kalau bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram tentu akan sangat membantu petani,” harapnya.
Kenaikan harga tembakau menjadi angin segar bagi petani karena hasil penjualan diharapkan dapat menutup biaya produksi sekaligus memberikan keuntungan setelah menjalani proses budidaya sejak awal musim tanam.
Petani kini berharap kualitas hasil panen tetap terjaga dan harga tembakau di tingkat tengkulak semakin membaik hingga akhir musim panen. Dengan begitu, musim panen raya tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih menguntungkan bagi petani tembakau di Kepohbaru. (Red*)








